Krusial.com — Nilai perdagangan Indonesia–Tiongkok pada 2024 mencapai Rp2.117,15 triliun (USD136,59 miliar). Dari jumlah itu, ekspor Indonesia tercatat Rp972,47 triliun (USD62,74 miliar) dan impor sebesar Rp1.144,68 triliun (USD73,85 miliar).

Kementerian Perdagangan menegaskan, partisipasi Indonesia dalam China-ASEAN Expo (CAEXPO) 2025 menjadi langkah strategis untuk memperkuat ekspor sekaligus menarik investasi kawasan. “Keikutsertaan Indonesia merupakan langkah strategis untuk menampilkan potensi nasional, mendorong ekspor, dan menarik investasi dari mitra dagang kawasan,” ujar Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Fajarini Puntodewi, Selasa (16/9/2025).

Ia menambahkan, tahun ini Indonesia memperbesar skala partisipasi sekaligus merambah sektor baru. “Kami yakin upaya ini akan membuka lebih banyak peluang konkret bagi pelaku usaha nasional,” ucap Puntodewi.

Indonesia hadir dengan konsep baru melalui tiga paviliun unggulan, yakni Paviliun Komoditas, Paviliun Nasional, dan Paviliun Kecerdasan Buatan. Ketiga paviliun dirancang untuk menampilkan keunggulan produk nasional sekaligus menunjukkan kemajuan ekonomi digital.

Direktur Pengembangan Ekspor Produk Primer Kemendag, Miftah Farid, mengatakan, fokus utama partisipasi adalah memberi panggung luas bagi eksportir nasional. “Pameran ini menjadi momentum memperluas pasar internasional, termasuk sektor teknologi digital,” kata Miftah.

Miftah menyoroti Paviliun Komoditas yang tahun ini menempati area lebih luas. “Paviliun ini menjadi kesempatan emas bagi produk makanan dan minuman, fesyen, dan dekorasi rumah kita untuk bersaing,” ujar Miftah.

Selain itu, Paviliun Nasional akan menampilkan pesona Provinsi Kalimantan Selatan. Dukungan pemerintah daerah diharapkan mampu menarik investasi langsung di tingkat provinsi dan kabupaten.

Adapun Paviliun Kecerdasan Buatan menjadi sorotan utama dalam partisipasi tahun ini. Paviliun tersebut akan menampilkan inovasi, produk, dan solusi teknologi karya perusahaan rintisan Indonesia.

“Debut Paviliun Kecerdasan Buatan membuka peluang talenta digital yang kami harap dapat menjembatani ekosistem teknologi dengan pasar Tiongkok. Partisipasi ini menegaskan kesiapan Indonesia untuk menjadi pemain kunci dalam industri teknologi tinggi di kawasan,” ucap Miftah.

CAEXPO merupakan pameran tahunan negara-negara ASEAN dan Tiongkok yang lahir dari kesepakatan China–ASEAN Free Trade Area (CAFTA). Ajang ini menjadi sarana penting mendorong perdagangan, investasi, pariwisata, hingga teknologi di kawasan.

CAEXPO 2025 dijadwalkan berlangsung pada 17–21 September di Nanning International Convention and Exhibition Center, Tiongkok. Sebanyak 84 pelaku usaha Indonesia dari berbagai sektor dipastikan mengikuti pameran internasional tersebut.***