Krusial | Jakarta — Analis Pasar Uang Ariston Tjendra menilai, perang tarif masih akan menjadi sentimen mempengaruhi pergerakan nilai tukar mata uang. Hari ini, nilai tukar rupiah perlahan menguat terhadap dolar AS.
Berdasarkan data Bloomberg, pada pukul 10.20 WIB rupiah berada di posisi Rp16.767 per dolar AS. Posisinya, menguat 0,63 persen (105 poin).
Rupiah pada penutupan perdagangan Rabu kemarin berada di level Rp16.872 per dolar AS. Rupiah menguat karena intervensi yang dilakukan Bank Indonesia di pasar luar negeri dan domestik.
“Trump mulai memainkan strategi. Yakni, negosiasinya soal tarif, untuk sementara waktu menurunkan tarif ke 10 persen untuk 90 negara,” kata Ariston, Kamis (10/4/2025).
Imbasnya, tambah Ariston, pergerakan indeks saham Asia sebagian bergerak positif, mengikuti indeks saham AS yang ditutup menguat. “Namun pasar tetap masih khawatir soal isu tarif ini,” ucapnya.
Pesaing utama AS yaitu Tiongkok sudah mengumumkan perang tarif. Tiongkok menegaskan akan mengedepankan kepentingan negaranya dalam menghadapi kebijakan perdagangan AS.
“Nilai tukar rupiah masih berpotensi melemah hari ini. Pelemahan rupiah ke arah Rp16.900 dengan level support di kisaran Rp16.800 per dolar AS,” ujar Ariston.***
Tinggalkan Balasan