Krusial | Jakarta – Bank Indonesia (BI) berhasil menyelesaikan Proof of Concept (PoC) Rupiah Digital sebagai kelanjutan Proyek Garuda. Yaitu proyek Bank Indonesia untuk mengeksplorasi Central Bank Digital Currency (CBDC) yang disebut Rupiah Digital.
PoC yang berhasil diselesaikan baru tahap pertama berupa immediate state-wholesale cash ledger. Sebelumnya, BI sudah menyelesaikan tiga tahapan, yakni ‘white paper, consultative paper’ dan laporan konsultasi publik.
“PoC merupakan upaya bank sentral untuk menguji kesiapan teknologi yang mendukung pengembangan bisnis model bisnis Rupiah Digital. Pengujian dilakukan secara komprehensif, mencakup aspek teknis kritikal, keamanan transaksi, serta interoperabilitas dengan sistem pembayaran dan infrastruktur keuangan,” kata Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso dalam pernyataan pers BI, akhir pekan ini.
Ketiga aspek itu bertujuan untuk memastikan bahwa sistem yang dikembangkan mampu memberikan layanan yang efisien, aman dan handal. Pengujiannya dengan memanfaatkan platform teknologi potensial berbasis Distributed Ledger Technology (DLT).
“DLT merupakan sistem IT yang melakukan pencatatan transaksi secara terdistribusi. Keunikan teknologi ini, menggunakan metode konsensus yang memastikan adanya sinkronisasi data pada seluruh peserta,” ucap Denny.
Hasilnya, PoC secara keseluruhan mampu memenuhi seluruh skenario uji dan membuktikan solusi teknologi berbasis DLT. Teknologi itu mampu memenuhi kebutuhan bisnis dan teknis dari ‘whosale Rupiah Digital cash ledger’.
“PoC tahap awal ini menjadi batu loncatan penting dalam eksperimentasi Rupiah Digital. Selain akan menjadi fondasi dalam proses penguatan aspek bisnis dan teknis Rupiah Digital ke depan,” ujar Denny.***
source: RRI.co.id
Tinggalkan Balasan