Krusial.com — PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) membukukan rugi yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp320,60 miliar pada semester I-2026, berbalik dari laba bersih Rp4,23 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Berdasarkan laporan keuangan terbaru, EMTK mencatat rugi atas investasi sebesar Rp2,29 triliun pada semester I-2026, berbanding terbalik dengan laba atas investasi Rp1,31 triliun pada semester I-2025.
Sejalan dengan itu, rugi per saham (loss per share) EMTK tercatat Rp5,25, dibandingkan laba per saham sebesar Rp69,26 pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Di tengah tekanan laba, pendapatan EMTK justru meningkat 22,70% menjadi Rp10,81 triliun pada semester I-2026, dari Rp8,81 triliun pada semester I-2025.
Kontributor terbesar pertumbuhan pendapatan berasal dari segmen jasa dan penjualan barang digital yang melonjak 80,24% menjadi Rp3,99 triliun dari Rp2,21 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Pendapatan iklan neto tercatat sebesar Rp2,41 triliun, turun 1,41% dibandingkan Rp2,44 triliun pada semester I-2025.
Sementara itu, pendapatan dari jasa pergudangan, penunjang penerbangan, katering, dan perbengkelan pesawat udara naik 4,42% menjadi Rp1,61 triliun dari Rp1,54 triliun.
Segmen jasa kesehatan dan rumah sakit juga membukukan pertumbuhan dengan pendapatan sebesar Rp1,38 triliun, meningkat 13,90% dibandingkan Rp1,21 triliun pada semester I-2025.
Pendapatan layanan berlangganan tercatat sebesar Rp712,03 miliar, naik dari Rp544,50 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Perseroan juga membukukan kenaikan pendapatan penjualan barang sebesar 76,44% menjadi Rp186,40 miliar dari Rp105,63 miliar.
Di sisi lain, pendapatan jasa VSAT, perbaikan, perawatan, dan dukungan teknis turun tajam 82,28% menjadi Rp65,62 miliar dari Rp370,22 miliar pada semester I-2025. Sementara itu, pendapatan lain-lain meningkat 22,15% menjadi Rp456,83 miliar dari Rp373,25 miliar.
Dari sisi neraca, total aset EMTK per 30 Juni 2026 tercatat Rp59,88 triliun, turun 1,46% dibandingkan posisi 31 Desember 2025 sebesar Rp60,77 triliun.
Penurunan aset terutama dipengaruhi oleh kas dan setara kas yang menyusut 11,46% menjadi Rp19,85 triliun dari Rp22,42 triliun pada akhir tahun lalu.
Sementara itu, total liabilitas meningkat 7,05% menjadi Rp7,90 triliun dari Rp7,38 triliun pada akhir 2025.
Adapun total ekuitas turun 2,64% menjadi Rp51,98 triliun dari Rp53,39 triliun, seiring rugi bersih yang dibukukan perseroan selama semester I-2026.***
Tinggalkan Balasan