Krusial.com — Ketua Umum Asosiasi Daur Ulang Plastik, Christine Halim mengatakan, kampanye anti plastik belum efektif untuk kurangi sampah. Menurutnya, kurangnya edukasi menyeluruh yang melibatkan semua pemangku kepentingan, serta lemahnya penegakan hukum, sehingga sampah plastik menumpuk. 

Ia mengatakan, pesan-pesan kampanye pengurangan plastik seharusnya disertai dengan edukasi yang jelas dan menyeluruh. Edukasi ini tidak hanya ditujukan kepada masyarakat umum, tetapi juga melibatkan seluruh pemangku kepentingan dalam pengurangan sampah plastik.

“Karena semua hal yang terjadi di suatu negara itu harus dilakukan oleh semua stakeholder yang berkepentingan. Seperti kepada pemerintahnya sendiri, masyarakatnya, pengusahanya, semua orang itu harus tahu dengan cara edukasi yang sendiri-sendiri gitu,” kata Christine dalam dialog bersama Pro3 RRI, Kamis (3/7/2025).

Ia meyakini, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) terus-menerus melakukan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pemilahan sampah sejak dari sumbernya. Karena,  masih banyak masyarakat yang menggunakan kantong plastik secara rutin.

Hal ini lantaran  ketersediaan yang mudah dan kurangnya alternatif. Selain itu, sistem pemilahan sampah belum optimal di masyarakat juga menyebabkan penumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

“Kita lihat tuh gunungan-gunungan kantong plastik yang udah luar biasa banyaknya dan itu semuanya oleh kita gitu. Karena kita tidak pernah memilah sampah, hanya menyerahkan kepada petugas kebersihan dan oleh petugas kebersihan dibawa ke TPA,” ujarnya.

Ia menekankan, pentingnya penegakan hukum serta hukuman dan penghargaan bagi masyarakat yang patuh.“Hal ini sangat penting, ibaratnya seperti mendidik anak, tidak mungkin hanya memberi hadiah terus tanpa ada konsekuensi,” katanya, menekankan.***