Krusial.com| Aceh Selatan – Pelatihan Usaha Pembibitan Kelapa Sawit, Kelapa Hibrida bidang penguatan ketahanan pangan yang dilaksanakan BKAG Kluet Utara resmi ditutup pada Sabtu (19/11/2022).
Pelatihan yang mendatangkan pemateri bidang pertanian dari USK dan petani kreatif Aceh Selatan ini merupakan suatu inovasi yang dilakukan pemerintah desa dengan dukungan Muspika Kluet Utara.
Ketua Badan Koordinasi Antara Gampong (BKAG) Kluet Utara, Safruddin mengatakan program ini dilaksanakan sebagai upaya pemberdayaan masyarakat khususnya petani di desa yang ada dalam Kecamatan Kluet Utara. Dengan harapan agar petani terus dapat termotivasi dan mendapat inovasi baru dalam melaksanakan aktivitasnya sehari-hari.
Tak hanya itu, ia berharap, materi atau ilmu yang didapatkan dalam Pelatihan tersebut agar dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh para peserta dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari sehingga terciptanya ketahanan pangan .
” Dengan ilmu yang didapatkan hari ini kami berharap agar peserta dapat mengembangkannya sehingga menjadi potensial di desa masing-masing , tentunya apa yang sudah didapatkan dari pelatihan ini dapat juga disebarkan kepada masyarakat yang lain,” ucap Safruddin.
Disamping itu, ditengah inflasi yang melanda saat ini, kegiatan bertani untuk ketahanan pangan perlu terus dipacu disamping adanya program-program lain yang dilakukan pemerintah.
” Petani sebagai ujung tombak tentunya perlu terus didukung agar mandiri, berinovasi dan termotivasi, dengan bersama-sama tentunya kita dapat pulih kembali,” ucapnya.
Keuchik Gampong Simpang Empat ini juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada para pemateri, peserta dan panitia serta pihak Muspika Kluet Utara yang telah mendukung terealisasinya program tersebut sesuai dengan harapan yang diharapkan.
” Atas partisipasi semua pihak kami ucapkan terimakasih, BKAG Kluet Utara terus berbuat demi tercapainya kemandirian masyarakat di Kluet Utara,” tandasnya.
Sementara itu, salah seorang pemateri bidang pembibitan kelapa sawit dan kepala hibrida dan cara pembibitan tanaman muda lainnya, Zahrial Fajri mengatakan para peserta selama pelatihan sangat berambisi untuk mendapatkan materi-materi yang diberikan.
” Hal ini sebagai pertanda bahwa petani-petani kita mukai menyukai informasi-informasi baru seputar pertanian, ini sangat positif dan materi yang kami berikan sangat mudah difahami,” ucapnya.
Jika dikaitkan dengan kondisi inflasi, kegiatan pembibitan tanaman adalah unit usaha yang menjanjikan bagi petani, namun tentu saja hal itu perlu dukungan semua pihak agar petani terus dapat berinovasi ke depannya.
” Ini harus dilakukan secara berkesinambungan, artinya terus ditindaklanjuti hingga petani di Aceh Selatan khususnya Kluet Utara menjadi petani handal dan profesional,” tandasnya.
Tinggalkan Balasan