Krusial | Jakarta — Pemerhati Anak dan Perempuan, Femmy Eka Kartika Putri, menyoroti tantangan perempuan dalam dunia kerja. Meskipun peluang terbuka, hambatan masih besar bagi perempuan untuk mencapai posisi kepemimpinan.
“ASN perempuan lebih banyak dibanding laki-laki, tetapi saat naik jenjang karir mereka mulai tersisihkan,” ujar Femmy saat wawancara bersama PRO3 RRI, Sabtu, (8/3/2025). Ia mengatakan, fenomena ini menunjukkan masih adanya kendala dalam mencapai kesetaraan gender di dunia kerja.
Menurutnya, budaya paternalistik menjadi salah satu faktor yang menghambat perempuan meraih posisi strategis. Banyak perempuan menghadapi stereotip yang meragukan kemampuan mereka sebagai pemimpin.
Ia mengatakan, keterwakilan perempuan di jabatan tinggi masih minim dibanding laki-laki, termasuk di pemerintahan. Perempuan harus lebih aktif dan berani untuk bersaing di dunia profesional.
“Ketika banyak pemimpin perempuan, kebijakan akan lebih ramah bagi perempuan dan anak,” kata Femmy. Keterlibatan perempuan dalam pengambilan keputusan berpotensi membawa perubahan positif dalam masyarakat.
Ia menambahkan, pendidikan yang lebih tinggi menjadi modal penting agar perempuan bisa berkontribusi secara maksimal. Meski angka partisipasi perempuan di perguruan tinggi lebih tinggi, tantangan setelah lulus masih besar.
Dengan dukungan semua pihak, ia berharap perempuan semakin mampu menduduki posisi strategis. Menurutnya, kesetaraan gender bukan hanya mimpi, tetapi sebuah tujuan yang harus terus diperjuangkan.***
Tinggalkan Balasan