Krusial — Pasar saham Asia mengalami pelemahan setelah Wall Street mencatatkan sesi terburuknya tahun ini akibat data ekonomi AS yang mengecewakan. Nilai tukar dolar AS juga turun terhadap beberapa mata uang utama, terutama terhadap euro.
Penurunan ini mencerminkan sentimen negatif di New York pada akhir pekan lalu, di mana investor harus menyeimbangkan tanda-tanda pelemahan ekonomi AS dengan kebijakan The Federal Reserve, bank sentral AS, yang masih belum menunjukkan sinyal pemangkasan suku bunga.
“Di tengah kondisi pasar yang lesu, pertanyaan utama adalah apakah ini saat yang tepat untuk membeli di harga rendah, mengingat tren pasar secara keseluruhan masih cenderung menguat,” ujar Market Strategist di IG Asia Junrong Yeap.
Di sisi lain, aset digital terbesar di dunia, yakni Bitcoin (BTC) mengalami kenaikan 0,4% dalam 24 jam terakhir dengan menyentuh harga US$96.184 saat artikel ini ditulis, Senin (24/01). Sementara itu, Ethereum (ETH), crypto dengan kapitalisasi pasar terbesar kedua setelah Bitcoin, turun 0,5% dengan harga US$2.794.***
Tinggalkan Balasan