Krusial.com — Klaim air pegunungan sebagai sumber utama industri Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) bukan sekadar strategi pemasaran, melainkan memiliki dasar ilmiah yang kuat menurut para pakar hidrogeologi.

Profesor Lambok M. Hutasoit, pakar hidrogeologi dari Institut Teknologi Bandung (ITB), menjelaskan bahwa tidak semua air tanah aman untuk dikonsumsi karena beberapa di antaranya mengandung mineral berbahaya seperti Kromium VI yang sangat beracun.

“Harus dianalisis kimianya terlebih dahulu sebelum digunakan sebagai air minum,” tegasnya dalam keterangan tertulis yang diterima InfoPublik, Jumat (12/9/2025).

Kualitas air sangat bergantung pada lapisan batuan, di mana batu pasir, kapur, dan gamping dianggap lebih baik sebagai sumber air compared to batu lumpur yang mudah tercemar.

Profesor Heru Hendrayana, ahli hidrogeologi dari Universitas Gadjah Mada (UGM), menegaskan bahwa air tanah dangkal lebih rentan terpolusi oleh kontaminan seperti septic tank, sampah, dan limbah rumah tangga.

Sedangkan air tanah dalam yang berasal dari akuifer pegunungan relatif lebih higienis dan sehat. Inilah yang membuat industri AMDK besar lebih memilih air pegunungan, dengan melakukan penelitian mendalam oleh ahli hidrogeologi untuk memastikan sumbernya.

Heru menjelaskan bahwa air pegunungan tidak selalu diambil persis di kaki gunung, karena sistem hidrogeologi pegunungan dapat mencakup jarak puluhan kilometer, seperti contohnya Bogor yang sumber airnya berasal dari Gunung Salak, atau Jogja dan Klaten yang sumber airnya dari Gunung Merapi.

Selain lebih aman dari polusi, air pegunungan umumnya memiliki kandungan mineral alami yang lebih kaya dibanding air tanah dangkal di perkotaan.

Namun, mendapatkan air pegunungan bukan perkara mudah karena industri AMDK harus berinvestasi besar dalam pengeboran sumur dalam yang biayanya bisa mencapai Rp2 miliar per pengeboran.

Fakta-fakta itu memperlihatkan bahwa klaim air pegunungan bukan sekadar jargon pemasaran, tetapi melibatkan penelitian ilmiah, tenaga ahli hidrogeologi, dan investasi besar agar produk yang sampai ke tangan konsumen benar-benar aman, sehat, dan berkualitas.***