Krusial.com — Untuk pertama kalinya konser paduan suara dan tarian tradisional Rusia digelar di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Senin (21/7/2025) malam. Penampilan memukau konser paduan suara “Otrada” ini dari Biara Perempuan St. Nikolas Chernoostrovsky, Moskow.

Konser yang berlangsung selama dua jam ini menampilkan enam lagu dan enam tarian tradisional. Lagu-lagu yang disuguhkan bertemakan mengenai Rusia, patriotisme hingga keluarga. 

Salah seorang penampil, Anstasia mengatakan, mereka menghabiskan waktu selama 1,5 bulan untuk persiapan penampilan di Indonesia. Menurut Anastasia, antusiasme yang ditunjukkan para penonton membuat ia dan para penampil lain semakin bersemangat di atas panggung. 

“Ketika kami menari, kami melihat bagaimana para penonton tersenyum dan bereaksi. Sehingga, hal itu membuat penampilan kami semakin baik dan baik,” kata Anastasia yang ditemui usai pertunjukkan. 

Ia pun mengapresiasi para penonton yang menurutnya spesial. Selain, Anastasia turut menyebut, kondisi panggung di TIM sendiri sesuai dengan standar khususnya untuk tarian tradisional Rusia. 

“Tapi, untuk di Indonesia tentu saja hal ini spesial, pertama-tama kami di sini untuk pertama kalinya dan masyarakat di sini benar-benar berbeda. Untuk kami para penari tentu saja kondisi panggung itu merupakan kunci dari penampilan,” ucap Anastasia.

Sementara, meski merupakan para yatim piatu yang dibesarkan di panti asuhan, namun para penampil memiliki jiwa yang sangat besar. Kata Wakil Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Veronica Novoseltseva di sela-sela pertunjukkan. 

“Mereka adalah anak-anak perempuan yang dibesarkan di panti asuhan biara di kota Moskow. Mereka tidak punya keluarga, tapi mereka punya memiliki jiwa yang sangat besar dan keyakinan serta kepercayaan terhadap Tuhan yang sangat-sangat besar,” ujar Veronica. 

Kekaguman atas penampilan Paduan Suara “Otrada” disampaikan Citra, yang merupakan mahasiswi Universitas Kristen Parahyangan. Menurutnya, para penampil memiliki ciri khas yang unik. 

“Ini pertama kalinya melihat pertunjukkan seperti ini dan mereka (para penampil) sangat lucu, karena mereka kayak boneka. Aku suka dan dari suara mereka juga unik dan keren banget,” kata mahasiswi yang tengah magang di Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta ini. 

Pertunjukkan yang berlangsung selama dua jam tersebut, selain menampilkan paduan suara nan apik. Juga menampilkan enam tarian tradisional Rusia di antaranya, Khorovod, Plyaska serta Berezka.

Adapun panti asuhan Otrada didirikan oleh Patriark Alexy II dari Moskow di Biara St. Nikolsky Chernoostrovsky pada 1995. Selama lebih dari 30 tahun, lebih dari 350 anak perempuan telah ditampung dengan lebih dari 120 di antaranya lulusan yang telah mengenyam pendidikan.***