Krusial.com — PT Solusi Bangun Andalas berhasil mengolah hingga 60 ton sampah kelapa per bulan di kawasan pesisir Lhoknga, Aceh Besar melalui program Sakeladera. Program berbasis ekonomi sirkular yang dijalankan bersama komunitas Bank Sampah Generasi Milenial (Basagemil) tersebut mengantarkan perusahaan meraih penghargaan PROPER Hijau 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia.

PROPER atau Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan merupakan penghargaan yang diberikan kepada perusahaan dengan kinerja pengelolaan lingkungan yang melampaui kepatuhan (beyond compliance), termasuk dalam aspek efisiensi energi, pengurangan emisi, serta pemberdayaan masyarakat.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, Asruddin (kiri) bersama Direktur Operasi, Edi Sarwono (kanan), menerima 3 PROPER Hijau 2025 untuk Pabrik Lhoknga, Pabrik Cilacap dan Pabrik Tuban dari Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia di Sasono Langen Budoyo, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Selasa (7/4/2026).

Direktur PT Solusi Bangun Andalas, Edi Sarwono, menegaskan bahwa capaian ini merupakan hasil sinergi antara inovasi operasional dan pemberdayaan komunitas.

“PROPER Hijau ini menjadi bukti bahwa keberlanjutan harus dibangun secara menyeluruh, mulai dari pengelolaan energi dan penurunan emisi di pabrik hingga bagaimana kami tumbuh bersama masyarakat. Ini adalah komitmen kami untuk menghadirkan solusi yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat nyata,” ujarnya.

Sebelum program Sakeladera dijalankan, sampah kelapa di wilayah pesisir umumnya dibakar atau dibiarkan membusuk, sehingga berkontribusi terhadap emisi karbon hingga 34,8 ton CO₂ per bulan. Di sisi lain, peternak setempat menghadapi tingginya biaya pakan yang mencapai Rp48 juta per bulan akibat ketergantungan pasokan dari luar daerah.

Melalui program ini, sampah kelapa diolah menjadi cocopeat, yaitu serbuk halus dari sabut kelapa yang dimanfaatkan sebagai campuran alternatif pakan ternak. Inovasi tersebut mampu menekan biaya pakan hingga 60 persen atau sekitar Rp28,2 juta per bulan, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah. Produk cocopeat tersebut juga telah lulus uji laboratorium terkait kandungan kalsium dan protein.

Dalam implementasinya, perusahaan memberikan pendampingan berkelanjutan, penyediaan sarana produksi, serta penguatan kelembagaan masyarakat guna membangun ekosistem usaha yang mandiri. Program ini juga menunjukkan dampak ekonomi yang signifikan dengan rasio Social Return on Investment (SROI) sebesar 2,5, yang berarti setiap Rp1 investasi mampu menghasilkan Rp2,5 manfaat bagi masyarakat.

Seiring berjalannya program, timbulan sampah kelapa berhasil ditekan menjadi 20 hingga 24 ton per bulan. Salah satu penerima manfaat, Muhammad Ikhsan, mengaku perubahan tersebut dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Sekarang sampah kelapa tidak lagi dibuang percuma. Kami dapat mengolahnya menjadi produk yang bermanfaat, bahkan membantu menekan biaya produksi pakan ternak,” ujarnya.

Selain program pemberdayaan masyarakat, capaian PROPER Hijau ini juga didukung oleh berbagai inovasi lingkungan di area operasional perusahaan. Salah satunya adalah penggunaan burner rendah emisi yang mampu menurunkan emisi hingga 88.931 ton CO₂ ekuivalen sepanjang tahun 2025.

Teknologi burner generasi kedua yang digunakan memungkinkan proses pembakaran lebih optimal, serta pemanfaatan bahan bakar alternatif (alternative fuel/AF), khususnya liquid AF dari limbah seperti oli bekas hingga mencapai 100 persen. Inovasi ini berpotensi menurunkan penggunaan batu bara hingga 40 persen.

Perusahaan juga terus meningkatkan efisiensi produksi melalui optimalisasi penggunaan energi listrik, pengendalian emisi gas, efisiensi bahan bakar dan pelumas, serta inovasi lain seperti daur ulang karet bekas menjadi komponen filter udara dan pemanfaatan air buangan AC untuk kebutuhan domestik.

Keberhasilan PT Solusi Bangun Andalas dalam mengintegrasikan inovasi sosial melalui program Sakeladera dan inovasi lingkungan di area operasional menunjukkan bahwa keberlanjutan dapat dicapai melalui pendekatan menyeluruh. Transformasi limbah menjadi sumber ekonomi, yang didukung efisiensi energi dan pengurangan emisi, tidak hanya menjawab tantangan lingkungan, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

Tentang PT Solusi Bangun Andalas

PT Solusi Bangun Andalas adalah anak perusahaan dari PT Solusi Bangun Indonesia Tbk – bagian dari PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG). PT Solusi Bangun Andalas mengoperasikan pabrik terintegrasi di Lhoknga dengan kapasitas produksi 1,8 juta ton semen per tahun, dan fasilitas pengemasan yang berlokasi di Lhoknga, Lhokseumawe, Belawan, Batam and Dumai.

Memasarkan produk semen dengan merek Semen Andalas, perusahaan berkomitmen mendukung pertumbuhan perekonomian bangsa dengan inovasi dan solusi. 

Informasi lebih lanjut hubungi:
Head of Media, Faraby Azwany

PT Solusi Bangun Andalas
Mobile : 0811-610-6666
E-mail : faraby.azwany@sig.id