Krusial.com — Hampir 700 warga asing melarikan diri dari Myanmar ke Thailand menyusul operasi militer terhadap KK Park. Kompleks ini dikenal sebagai pusat kejahatan siber yang didukung Tiongkok dan terkenal karena aktivitas penipuan daring internasional.
Menurut militer Thailand, sebanyak 677 orang telah ditahan di provinsi Tak, terdiri dari 618 pria dan 59 wanita. Militer Myanmar telah mengambil alih kendali KK Park dan sedang memeriksa area tersebut, dilansir dari Reuters, Jumat (24/10/2025).
Para pengungsi kini menjalani prosedur hukum dan pemeriksaan keamanan. Sementara itu, pihak berwenang Thailand telah menyiapkan fasilitas penahanan tambahan jika ruang yang ada tidak mencukupi.
Militer Thailand menegaskan bahwa semua tindakan dilakukan sesuai prinsip hukum dan kemanusiaan. Mereka juga bekerja sama erat dengan lembaga keamanan lokal untuk menjaga ketertiban di perbatasan.
Kelompok pengungsi sebagian besar berasal dari India dan Tiongkok, dengan sejumlah kecil dari Vietnam, Pakistan, Indonesia, dan negara-negara lain. KK Park dikenal secara internasional oleh penegak hukum dan diplomat karena keterlibatannya dalam penipuan siber.
Kompleks ini dijalankan terutama oleh geng kriminal Tiongkok dan dijaga oleh kelompok milisi lokal yang berafiliasi dengan militer Myanmar. Daerah perbatasan antara Thailand, Myanmar, Laos, dan Kamboja telah menjadi pusat penipuan online sejak pandemi COVID-19.
Fenomena ini melibatkan perdagangan manusia dalam skala besar, di mana ratusan ribu orang dipaksa bekerja di kompleks penipuan. Aktivitas tersebut menghasilkan miliaran dolar bagi para pelaku kriminal.
Operasi militer Myanmar bertujuan untuk mengamankan kompleks KK Park. Operasi ini juga fokus pada pemberantasan kejahatan siber di wilayah tersebut.
Sementara itu, pihak Thailand menekankan keamanan dan menjalankan prosedur hukum bagi para pengungsi. Insiden ini menyoroti kompleksitas kejahatan siber dan perdagangan manusia lintas negara, serta tetap menjadi perhatian lembaga penegak hukum internasional.***
Tinggalkan Balasan