Krusial.com – Madrasah Ulumul Qur’an (MUQ) Aceh Selatan menggelar kegiatan Tasma’ (Ta’aruf Santri Ma’had dan Akademik) dan Orientasi Santri Baru Tahun 2026 selama tiga hari, mulai 14 hingga 16 Juli 2026.
Kegiatan ini menjadi gerbang awal pembinaan bagi santri baru untuk mengenal kehidupan pesantren, sistem pendidikan, budaya akademik, serta nilai-nilai kepesantrenan yang menjadi fondasi pembentukan karakter di lingkungan MUQ Aceh Selatan.
Direktur MUQ Aceh Selatan, Ustadz Muhammad Ridho Agung, S.Pd., M.Ag., mengatakan Tasma’ merupakan bagian penting dari proses pendidikan yang dirancang untuk membentuk karakter santri sejak hari pertama.
Menurutnya, melalui kegiatan tersebut para santri diharapkan mampu beradaptasi dengan lingkungan pesantren, memahami tata kehidupan ma’had, serta menumbuhkan semangat belajar, kedisiplinan, dan akhlak Qur’ani sebagai bekal menempuh pendidikan.
“Keberhasilan seorang santri tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari kualitas adab, kedisiplinan, dan komitmen dalam menjaga nilai-nilai Al-Qur’an dalam setiap aspek kehidupan,” ujarnya saat membuka kegiatan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan seleksi tahsin setiap pagi untuk memetakan kemampuan membaca Al-Qur’an santri baru. Selanjutnya, pembukaan Tasma’ diawali dengan prosesi peusijuek sebagai doa dan harapan agar seluruh santri memperoleh keberkahan, kemudahan, serta keteguhan dalam menuntut ilmu.
Suasana pembukaan berlangsung khidmat dan semarak. Sanggar Seni Seulawet MUQ membuka acara melalui penampilan Rapa’i Geleng, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan Shalawat Badar oleh Ustadz Taufiqurrahman.
Dalam laporannya, Ketua Panitia, Ustadzah Mutiara Aurelia, S.Pd., mengajak seluruh santri baru mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh semangat dan kesungguhan sebagai langkah awal membangun karakter serta budaya belajar di lingkungan pesantren.
Sementara itu, Kepala UPTD MUQ Aceh Selatan, Ustadz Abdurrahman, S.H.I., memberikan motivasi kepada para santri agar tidak takut menghadapi proses pendidikan di pesantren.
“Menangis di awal tidak mengapa, daripada menangis karena penyesalan di kemudian hari,” pesannya.
Sebagai simbol dimulainya masa Ta’aruf Santri Ma’had dan Akademik, dilakukan penyematan tanda peserta kepada perwakilan santri baru oleh Kepala SMP dan Kepala SMA MUQ Aceh Selatan. Prosesi tersebut menandai komitmen para santri untuk mengikuti seluruh proses pembinaan di lingkungan pesantren.
Selama tiga hari pelaksanaan, peserta mendapatkan berbagai materi, mulai dari sistem pembelajaran dan kurikulum yang disampaikan Ustadz Muhammad Ragil Icha, sosialisasi halaqah kitab oleh Ustadz Iskandar, hingga sesi ta’aruf antarsantri untuk mempererat ukhuwah.
Pada hari kedua, kegiatan difokuskan pada penguatan karakter dan kehidupan kepesantrenan. Ustadz Rosul Pilihan Daulay menyampaikan materi mengenai tata tertib dan pola pembinaan di asrama, sedangkan Ustadz Muhammad Andri Fihkri memperkenalkan berbagai kegiatan ekstrakurikuler sebagai wadah pengembangan minat, bakat, serta kepemimpinan santri.
Kebersamaan para peserta juga diperkuat melalui permainan edukatif dan kegiatan nonton bersama yang diselenggarakan panitia.
Memasuki hari terakhir, santri mengikuti sosialisasi organisasi santri tingkat SMP dan SMA sebelum kegiatan ditutup secara resmi. Rangkaian Tasma’ kemudian dilanjutkan dengan pelantikan ORSAMUQAS, penampilan hadrah, serta pembacaan Kitab Adhiyaullami’ sebagai penutup seluruh kegiatan.
Melalui penyelenggaraan Tasma’ dan Orientasi Santri Baru Tahun 2026, MUQ Aceh Selatan berharap seluruh santri mampu beradaptasi dengan baik terhadap kehidupan pesantren, memahami sistem pendidikan yang diterapkan, serta tumbuh menjadi pribadi yang berilmu, berakhlak Qur’ani, disiplin, dan siap memberikan kontribusi bagi agama, bangsa, dan masyarakat.***
Tinggalkan Balasan