Krusial.com — PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) atau BRI mencetak laba yang lemah pada semester I-2025, namun operasi inti tetap tangguh. Muncul target harga baru saham BBRI.

BRI (BBRI) melaporkan perolehan laba bersih sebesar Rp 26,3 triliun pada semester I-2025 atau turun 11,5% yoy. Pencapaian itu tidak sesuai ekspektasi MNC Sekuritas dan konsensus analis.

“Laba bersih BBRI pada semester I-2025 mencapai 46% dan 45% dari estimasi kami dan konsensus untuk setahun penuh. Laba tersebut tertekan oleh peningkatan pencadangan dan dampak penerapan IFRS 17,” tulis Research Analyst MNC Sekuritas, Victoria Venny dalam risetnya, yang dikutip pada Rabu (6/8/2025).

Adapun margin bunga bersih (net interest margin/NIM) BBRI naik 20 bps yoy menjadi 7,8% atau melampaui panduan. Ini didukung oleh peningkatan imbal hasil dan pertumbuhan dana murah (current account saving account/CASA). “Rasio CASA tercatat sebesar 65,5%, yang membantu menjaga biaya dana (cost of fund/CoF) tetap stabil sebesar 3,5%,” jelas Venny.

BBRI juga mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 6% yoy, dipimpin oleh segmen korporasi dan konsumer. Segmen mikro masih lemah dengan pertumbuhan 1,6% yoy.

Sedangkan biaya kredit (cost of credit/CoC) tetap tinggi sebesar 3,4% dibandingkan panduan yang berkisar 3-3,2%. Non-performing loan (NPL) bruto sedikit membaik menjadi 3%.

“Panduan BBRI 2025 tidak berubah. Pertumbuhan kredit 7-9% dan NIM berkisar 7,3-7,7%,” ungkap Venny.

Rekomendasi dan Target Harga Baru

Dengan berbagai faktor yang ada, MNC Sekuritas merekomendasikan hold saham BRI (BBRI) dari sebelumnya buy. Target harga saham BBRI direvisi menjadi Rp 4.050.

Target harga baru tersebut menyiratkan proyeksi PBV 2025 dan 2026 masing-masing sebesar 1,8 kali dan 1,7 kali.

Adapun estimasi laba per saham (earnings per share/EPS) dipangkas 4,8% karena pelemahan margin dan proyeksi CoC yang lebih tinggi. Risiko utamanya jika ada tekanan makro eksternal, ekspansi kredit yang lebih lemah dari perkiraan, dan penurunan kualitas aset.

Sebelumnya, KB Valbury Sekuritas melakukan evaluasi ulang terhadap BBRI secara menyeluruh dengan menggunakan berbagai metodologi yang kuat, termasuk gordon growth model (GGM), dividend discount model (DDM), single stage fair PB, dan rolling PB.

KB Valbury Sekuritas mempertahankan rekomendasi buy saham BBRI. Target harga saham BBRI berbasis gordon growth model (GGM) sebesar Rp 4.470.

Target harga tersebut mencerminkan estimasi P/B 2025 sebesar 2,1 kali. Saat ini, saham BBRI diperdagangkan dengan valuasi yang menarik pada standar deviasi (SD) -2 sebesar 1,7 kali.***

source: investor.id