Krusial | Badan Aceh – Pelaksanaan KKN Reguler USK memang sudah usai sejak penarikan kembali 7 Agustus 2024 yang lalu. Namun sebagian mahasiswa masih tetap melanjutkan pengabdian di desa penempatan.
Hal ini sebagai mana di lakukan oleh Yorissa Putri Supardi dan Ana Nurjanah bersama rekan-rekannya. Mengingat adanya produk unggulan desa yang perlu terus diangkat ke permukaan, keduanya mencoba memanfaatkan kegiatan Bazar Kansis Pakarmaru USK dan Pekan Qris Nasional Aceh di AAC Dayan Dawood, 12-14 Agustus 2024.
Yorissa bersama Haya Julfi Sabhira dan Dimas Ayyub Alghafiqi memanfaatkan momen expo tersebut untuk terus mempromosikan produk pangan berbasis Janeng binaan Kelompok KKN Reguler XXV76.
Selama ber-KKN kelompok ini berhasil menggagas Desa Sentra Janeng Riting yang dilaunching oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat Gampong (DMPG) Aceh, pada Senin 05 Agustus 2024 lalu.
Sementara Ana Nurjanah bersama timnya Nurzahri Betari, Nurul salbiyah, Fathur Rizki Walidain, Fathira Arifah dan Fauzan Mukhsin melakukan promosi produk unggulan Gampong Lampanah Tunong yang sudah menasional berupa produk anyaman bemban (Bili) yang dihasilkan kelompok pengrajin Bilidroe.
Meskipun upaya mereka selama ber-KKN fokus kepada pelestarian tumbuhan bemban sebagai sumber bahan baku kerajinan, mereka juga tertarik untuk melibatkan diri dalam usaha pemasaran.
Sebagai Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) di kedua Gampong tersebut, Dr. Muhammad Yasar, S.TP., M.Sc, sangat mengapresiasi usaha yang dilakukan anak-anak bimbingannya itu. Menurut Yasar, sejatinya mahasiswa ber-KKN memang bukan sekedar melepas tugas semata lantas mendapatkan nilai.
“Yang terpenting dari KKN adalah bagaimana mahasiswa mampu meresapi peran tri darmanya ditengah-tengah masyarakat. “Ada keberlanjutan dari apa yang telah dirintis selama KKN, itu baru mantap,” ujar Yasar saat dimintai tanggapannya.
Yasar berharap sesuai dengan kepanjangan dari KKN itu sendiri, ada Karya Nyata yang dapat terus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dimana ia pernah ditugaskan.***
Tinggalkan Balasan