Krusial | Aceh Selatan – Di Aceh Selatan, tepatnya di Kecamatan Pasie Raja terdapat sebuah desa yang sudah sangat dikenal dengan destinasi wisatanya.

Ujung Batee, berlokasi di kawasan lereng gunung Air Pinang, 16 km dari pusat Kota Tapaktuan Kabupaten Aceh Selatan serta berlokasi di ketinggian 700 m dpl, didiami sebanyak 873 jiwa (248 KK) desa ini telah tersohor karena mengangkat tema Desa Wisata Pantai.

Disini kita dapat menikmati pengalaman berwisata Pantai, lingkungan hidup, Spot Foto, Arena Sport Centre, Outbond, wisata Kuliner, jogging Track, Kolam Pemandian, dan Sarana Olah Raga.

Perjuangan Desa Ujung Batee hingga menjadi desa wisata Ujung Pantai Cemara Indah berawal pada tahun 2013, saat itu Ujung Batee mendapat predikat sebagai salah satu desa tertinggal di antara desa-desa yang ada wilayah Kecamatan Pasie Raja Kabupaten Aceh Selatan.

Dikarenakan sumber pokok ekonomi masyarakat yang mengandalkan hasil perkebunan pala pada saat itu diserang hama maka taraf ekonomi dan pendapatan masyarakat relatif rendah serta kehidupan masyarakat desa yang sederhana.

Namun dengan semangat gotong royong dalam merawat alam, lingkungan hidup dan kearifan lokal yang diajarkan dan dilakukan oleh tokoh masyarakat generasi sebelumnya, telah membuahkan hasil dengan melimpahnya kekayaan alam, vegetasi, hasil bumi dan kehidupan sosial budaya masyarakat pedesaan yang tetap terjaga dengan baik hingga saat ini.

Desa Wisata Ujung Batee Pantai Cemara Indah dipotret malam hari (Sumber Photo : Gampong Ujung Bate)

Pada awal tahun 2016 masyarakat mulai membangun mimpi dengan dari setapak langkah kecil dengan harapan untuk memberi nilai tambah pada kehidupan sosial, ekonomi dan budaya masyarakat desa, namun dengan tetap mempertahankan tradisi, kearifan lokal dan budaya masyarakat.

Masyarakat mulai membuka diri dan membangun interaksi positif dengan masyarakat dari luar. Dengan berbagai keterbatasan dan hanya bermodal semangat dan dukungan berbagai pihak, warga memberanikan diri membangun desa wisata Pantai Cemara Indah dengan harapan ingin maju sejajar dengan desa-desa lainnya.

Mulailah dilakukan pengelolaan Wisata Pantai Cemara Indah dengan payung hukum seperti Qanun Gampong di Bawah Pengelolaan Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) Bungong Seulanga. Masyarakat membangun pondok wisata untuk menjajakan kuliner di wilayah Pantai Gampong Ujung Batee.

Keuchik Desa Ujung Batee, Saiful mengatakan dalam melalui desa wisata akan memberikan efek yang luar biasa bagi masyarakat, karena dengan desa wisata akan dapat mengakomodasi semua komponen masyarakat untuk aktif bergerak sebagai pelaku utama (subyek) dan bukan hanya sebagai obyek.

Selain itu desa juga akan dapat mengajak berbagai pihak lain, baik pemerintah, swasta maupun perguruan tinggi untuk berpartisipasi aktif dalam membangun desa wisata.

“Saat itu juga kami mulai menata diri, mengelola dan melestarikan lingkungan dan mengajak masyarakat bersama-sama untuk memiliki kebanggaan terhadap desanya sendiri,” kata Saiful.

Sementara itu pada tahun 2016, 2017 hingga 2018 Desa Wisata Ujung Batee Pantai Cemara Indah mendapatkan suntikan modal melalui jalur BUMG guna membangun fasilitas pendukung wisata, dana tersebut di peroleh dari penyertaan modal dana eesa kepada BUMG Bungong Seulanga, adapun fasilitas saat itu di bangun dari dana tersebut adalah, WC umum atau kamar mandi, dan fasilitas aliran air bersih.

Seiring dengan itu, pada tahun 2019 Desa Wisata Pantai cemara Indah Gampong Ujung Batee membentuk Kelompok Sadar Wisata sebagai Unit dari Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) Bungong Seulanga untuk lebih fokus terhadap pengelolaan wisata.

Kelompok sadar wisata ini juga telah mendapatkan Surat Keputusan dari Dinas Pariwisata Kabupaten Aceh Selatan.
Seiring Perkembangan Wisata Pantai Cemara Indah terus menunjukkan geliat dalam perkembangan pada tahun 2019 BUMG Bungong Seulanga dapat mengumpulkan penghasilan pendapatan Gampong dari sektor Wisata sebanyak Rp. 20.000.000 (Dua Puluh Juta Rupiah) yang berasal dari restribusi pondok wisata.

Di tahun 2020 Gampong Ujung Batee masuk dalam Nominasi Desa Terbaik Se Kabupaten Aceh Selatan dengan Inovasi Pengelolaan Dana Desa, produk unggulan desa ini adalah desa wisata serta pengelolaan air bersih. Di tahun yang sama Ujung Batee dapat membukukan penghasilan dari wisata tersebut sebanyak Rp. 30.000.000.

Dalam kurun waktu 5 tahun ini banyak pencapaian impian yang sudah diwujudkan, desa yang dulu mendapat predikat sebagai desa tertinggal itu kini memberikan peluang pada masyarakat untuk mendapatkan tambahan pendapatan dan peningkatan ekonomi tanpa keluar dari desa, tanpa harus merusak lingkungan, mampu mencegah arus urbaninsasi bagi generasi muda, memberdayakan kelompok perempuan dan tumbuhnya berbagai kegiatan ekonomi produktif serta terpeliharanya budaya masyarakat setempat.

Saiful mengatakan desanya mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak, baik berupa materi maupun pengakuan administratif, diantaranya :

1. Juara 1 pengembangan Inovasi Desa Wisata Pantai Cemara Indah Gampong Ujung Batee Tingkat Kecamatan Pasie Raja.

2. Juara 1 Lomba Perkembangan Evaluasi Desa Tingkat Kecamatan Pasie Raja Kabupaten Aceh Selatan 2019.

3. Juara 1 Lomba Evaluasi Perkembangan Desa Tingkat Kabupaten Aceh Selatan Pada Tahun 2020.

4. Juara 1 Lomba Evaluasi Perkembangan Desa Tingkat Provinsi Aceh Tahun 2021.

Setelah rangkaian prestasi tersebut, pada tahun 2021 Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan melirik Wisata Pantai Cemara Indah Gampong Ujung Batee sebagai inovasi yang perlu dikembangkan dengan Suport atau campur tangan pemerintahan untuk memenuhi sarana pembangunan penunjang wisata tersebut.

Melalui Dinas Pariwisata Kabupaten Aceh Selatan dianggarkan dana untuk pembangunan Fasilitas Wisata Gampong Ujung Batee sebanyak kurang lebih Rp. 10,7 Milyar yang bersumber dari APBK Kabupaten Aceh Selatan.

Adapun Fasilitas yang dibangun dengan D
dana tersebut adalah:

1. Pengaspalan jalan sepanjang 3 Km di area Wisata Pantai Cemara Indah Gampong Ujung Batee

2. Pembangunan 2 unit Gerbang OTDW, pintu masuk dan pintu keluar.

3. Pembangunan 2 unit jembatan penghubung di wilayah wisata Pantai Cemara Indah

4. Pembangunan saluran pembuangan air limbah warung sepanjang 2 Km.

5. Pembangunan 1 unit Mushalla di Area wisata

6. Pembangunan taman bermain anak – anak di area wisata
7. Pembangun Paving Block Untuk pejalan kaki di area Swafoto Wisata pantai Cemara Indah Sepanjang 800 Meter.

Dengan adanya pembangunan penunjang Fasilitas Wisata tersebut pada Tahun 2022, wisata Desa Ujung Batee menjadi tujuan wisata utama di Kabupaten Aceh Selatan Kategori Wisata pantai.

” Pengunjung tercatat pada data kelompok Sadar Wisata Cemara Indah berjumlah 10 ribu pengunjung pada saat memasuki libur Ramadhan dan Idul Fitri, baik wisatawan lokal maupun luar daerah Kabupaten Aceh Selatan serta Provinsi Aceh,” ungkap Saiful.

Lomba Desa Wisata Nusantara

Wisata Pantai Cemara Indah Gampong Ujung Batee saat ini terdaftar sebagai peserta Desa Wisata Nusantara, pada tahap pertama lomba desa ini di laksanakan wisata cemara indah Gampong Ujung Batee belum mampu masuk 30 Besar karena berselisih Like dengan Wisata Nagoe resort Aceh Singkil.

Namun saat ini dibuka peluang Lomba Promosi desa wisata Tahap II oleh Kementerian Desa PDTT, Pemerintah Gampong Ujung Batee dan BUMG Bungong Seulanga unit Kelompok sadar Wisata berharap agar semua pihak dapat mendukung Desa Ujung Batee untuk mengikuti proses lomba yang akan di umumkan pada Desember Tahu 2022.

Adapun caranya adalah dengan mendownload Aplikasi Desa Wisata Nusantara di Appstore Dan Playstore setelah itu memberikan review atau menyukai Wisata Pantai Cemara Indah.***