Krusial.com — Sesar Lembang atau patahan Lembang merupakan patahan gunung geser aktif yang bermula dari Gunung Batu, Kecamatan Lembang. Patahan sesar Lembang ini memanjang 29 Km dari timur ke barat atau dari Padalarang hingga Jatinangor.
Ada tiga hipotesis tentang terjadinya patahan atau sesar lembang ini menurut Wikipedia. Dari ketiga hipotesa tersebut, sesar Lembang terjadi karena letusan gunung dan membentuk magma di permukaan bumi.
Peneliti sesar Lembang, Titi Bachtiar dalam kontennya bersama BPBD Jabar mengatakan sesar Lembang terjadi karena adanya tekanan besar. Tekanan ini dari dasar selatan Samudra Hindia menekan ke utara mengakibatkan terbelah dan patah tanah di daerah Bandung.
Lebih lanjut ia mengatakan secara visual bisa dilihat jika saat ini sesar Lembang aktif. Hal ini dibuktikan dengan adanya pergeseran aliran sungai, ukurannnya bervariasi dan menunjukkan berapa lama hal ini berlangsung.
“Awalnya sungai mengalir ke selatan namun karena ada tekanan ke arah barat. Maka terjadi pergeseran aliran sungai dan itulah ciri sesar lembang aktif,” ucapnya.”
Ini bisa dibuktikan dengan penelitian memakai GPS yang lebih akurat, secara visual alami bisa terlihat pergeserannya sudah berapa meter. Itu bisa diukur periodenya sudah berapa puluh tahun.”Daerah yang diperkirakan terkena dampak paling parah adalah mereka yang tinggal memotong sepanjang garis sesar Lembang. Sebab jika sesar Lembang aktif maka dipastikan bangunan dan juga masyarakat yang tinggal akan mengalami kerusakan yang paling parah.
Mereka yang tinggal di bekas endapan danau Bandung Purba diperkirakan juga menjadi yang terdampak parah. Sebab tanah kering hanya beberapa meter dipermukaan dan sisanya di bawah masih berupa lumpur yang lunak jenuh air.
Cicalengka, Raja Mandala, Padalarang, Ciparay, Soreang, Banjaran menjadi daerah yang berada di bekas danau Bandung Purba. Bandung Raya juga menjadi wilayah yang paling beresiko terdampak parah jika terjadi gempa besar sesar Lembang.Kerusakan yang mungkin terjadi meliputi keruskan bangunan, infrastruktur vital dan materiil. Korban jiwa bisa mencapai jutaan jiwa mengingat padatnya kota bandung saat ini dan kerugian bangunan miliraan rupiah.
Pemkot Bandung mengambil langkah konkret mitigasi bencana dan tindakan pencegahan yang mungkin terjadi ketika gempa besar sesar Lembang. Mengutip dari bandung.go.id Wakil Wali Kota Bandung, Erwin menyatakan potensi bencana ini tidak bisa dianggap sepele.
“Dampak gempa bisa meluas ke infrastuktur, ekonomi, hingga sosial masyarakat. Karena itu arah kebijakan kami lebih upaya preventif dan kesiapsiagaan, bukan hanya responsif,” kata Erwin.
Langkah nyata lain yang dilakukan Pemkot Bandung yaitu bekerja sama dengan BPBD sebagai lembaga khusus penanggulangan bencana. Juga dengan Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian ITB untuk pemetaan wilayah rawan gempa.
Edukasi dan sosialisasi teurs dilakukan melalui simulasi evakuasi sekolah, kantor hingga lingkungan warga. Menurut Erwin kolaborasi dengan akademisi dan komunitas menjadi keberhasilan mitigasi.
“Kesiapsiagaan bukan berarti menakut-nakuti. Melainkan langkah bijak melindungidiri dan keluarga,” kata Erwin dalam talkshow di Radio Sonata, Kamis (21/08/2025).****
Tinggalkan Balasan