Krusial.com — PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA) mengumumkan perkembangan terbaru terkait rencana akuisisi 45 persen saham PT Trimata Coal Perkasa (TCP) oleh perseroan. Direktur MEJA, Noprian Fadli, menyampaikan bahwa TCP telah menunjuk PT Mitra Abadi Mahakam (MAM) sebagai kontraktor tambang untuk melaksanakan kegiatan eksploitasi batu bara milik TCP di Kecamatan Tungkal Lir, Kabupaten Banyuasin, Sumatra Selatan, dengan kuasa jual batu bara tetap berada di tangan TCP.
“MAM akan melaksanakan eksploitasi batu bara pada tahun 2026 dengan target produksi 1,5 juta ton sesuai dengan RKAB TCP tahun 2026 yang telah disetujui Kementerian ESDM,” ujar Noprian dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (9/2/2026). Ia menambahkan, TCP juga telah mendapatkan pembeli siaga untuk batu bara yang diproduksi, yakni Agro Energy Trading Pte Ltd.
Sesuai Perjanjian Jual Beli Bersyarat tertanggal 22 Desember 2025 terkait rencana akuisisi 45 persen saham TCP oleh MEJA, perseroan akan menjadi pemegang saham pengendali di TCP. Pelaksanaan akuisisi direncanakan dilakukan secara bertahap.
“Saat ini kami bersama Pemegang Saham Pengendali TCP sedang mempersiapkan hal-hal yang diperlukan agar MEJA dapat menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) untuk penambahan modal dalam rangka pelaksanaan akuisisi tersebut,” jelasnya.
Tambang batu bara TCP disebut sebagai aset batu bara skala besar di Sumatra Selatan dengan luas konsesi sekitar 11.640 hektare. Seam batu bara yang tebal dan ekonomis, ditambah karakteristik geologi serta metode penambangan terbuka (open pit), dinilai menjadikan tambang ini cocok untuk operasi jangka panjang dengan kapasitas produksi tinggi. Laporan JORC PT Trimata Coal Perkasa mencatat estimasi sumber daya batu bara tertambang (mineable coal resources) sekitar 693,7 juta ton, yang disusun oleh konsultan independen Faan Grobelaar & Associates.
“Berdasarkan informasi dari TCP, kami memperkirakan TCP akan memperoleh laba sebelum pajak sekitar USD 7–10 per ton dari aktivitas penambangan dan penjualan batu bara tersebut. Kami memperkirakan nilai perusahaan (enterprise value) TCP kurang lebih sebesar Rp2,49 triliun,” kata Noprian.
Sebagai informasi, PT Triple Berkah Bersama (Triple B) selaku pemegang saham pengendali MEJA dan pemegang saham pengendali TCP pada 22 Desember 2025 telah menandatangani Perjanjian Jual Beli Bersyarat terkait rencana akuisisi 45 persen saham TCP oleh MEJA. Transaksi ini direncanakan menggunakan mekanisme tukar saham (shares swap) antara saham TCP dan saham MEJA atau skema lain yang tidak menggunakan kas MEJA.***
Tinggalkan Balasan