Krusial.com — Nilai kapitalisasi pasar atau market cap saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) menegaskan kepemimpinannya di posisi pertama usai berhasil masuk menjadi konstituen baru MSCI Global Standard Index pada rebalancing MSCI November 2025.
Berdasarkan data Bloomberg nilai kapitalisasi pasar saham milik taipan Prajogo Pangestu saat ini mencapai Rp1.384,7 triliun, mengungguli posisi market cap saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang saat ini kembali berada di posisi kedua.

Per siang hari ini tertanggal 10 November 2025, emiten bank milik Hartono bersaudara tersebut memiliki nilai market cap sebesar Rp1.063,2 triliun.
Sementara itu, di posisi ketiga terbesar ditempati oleh saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) dengan nilai market cap mencapai Rp697,54 triliun.
Di posisi keempat digenggam oleh PT DCI Indonesia Tbk (DCII) sebesar Rp622,22 triliun. Sementara itu, posisi kelima hadir kembali emiten milik Prajogo Pangestu lainnya, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) dengan market cap tembus Rp612,07 triliun.
Euforia market cap saham BREN tersulut atas katalis rebalancing indeks MSCI, usai dimasukkannya saham Prajogo Pangestu, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) pada indeks paling primadona nan paling populer MSCI Global Standard Indexes.
MSCI mengumumkan, ada 2 saham masuk menjadi anggota atau konstituen baru MSCI Global Standard Index. Salah satunya adalah saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN).
Sebagai catatan, MSCI atau Morgan Stanley Capital International merupakan lembaga penyedia indeks keuangan global yang digunakan secara luas oleh investor institusional di seluruh dunia. Indeks yang diterbitkan MSCI menjadi acuan utama (benchmark) bagi berbagai instrumen investasi, termasuk saham, mulai dari reksa dana, ETF, hingga portofolio manajer investasi global.
Siang hari ini, Senin (10/11/2025), saham BREN melaju dengan penguatan positif mencapai 3,76% di posisi Rp10.350/saham, sekaligus kembali mencatatkan return 1226,92% point–to–point sepanjang perdagangan usai listing pada tahun 2023, dari harga perdananya Rp780/saham.
Terlebih lagi, emiten Prajogo Pangestu, saham BREN sempat menyentuh level tertingginya mencapai Rp12.200/saham pada perdagangan saham 17 Mei 2024. Saat itu nilai kapitalisasi pasarnya tembus Rp1.600 triliun lebih, hingga jauh mengungguli pesaingnya di posisi kedua seraya tertinggi di antara emiten–emiten lainnya.***
Tinggalkan Balasan