Krusial.com — Memiliki keturunan tentu menjadi hal yang paling didambakan setiap pasangan yang sudah menikah. Kehamilan sendiri merupakan proses fisiologis dimana seorang wanita membawa embrio atau janin yang sedang berkembang di dalam rahimnya.

Namun, dalam prosesnya seorang Ibu hamil seringkali dikhawatirkan dengan berbagai mitos yang diwariskan secara turun-temurun beredar di masyarakat. Melansir laman Alodokter, berikut 5 mitos beserta faktanya.

1. Jenis kelamin bayi ditentukan dari bentuk perut dan denyut jantung janin.

Faktanya?

Bentuk perut ibu hamil tidak dapat dijadikan penentu jenis kelamin janin. Selain itu, belum ada bukti ilmiah yang mendukung teori penentuan jenis kelamin bayi berdasarkan denyut jantung janin.

2. Melihat gerhana bulan saat hamil bikin bayi baru lahir dengan bibir sumbing.

Faktanya?

Bibir sumbing pada bayi tidak punya keterkaitan apa pun dengan gerhana bulan. Bayi yang lahir dengan bibir sumbing bisa disebabkan oleh banyak faktor, seperti kelainan genetik, hingga merokok saat hamil.

3. Wanita hamil sebaiknya tidak mandi terlalu sering.

Faktanya?

Mitos ini tidak benar, di dalam sana, janin terlindungi oleh selaput lendir dan ketuban yang membungkus rahim. Oleh karenanya, kotoran dari luar tubuh ibu tidak akan sampai ke janin.

4. Ibu hamil makan untuk dua orang.

Faktanya?

Ibu hamil hanya membutuhkan kalori tambahan sebesar 300 kalori per hari untuk menunjang pertumbuhan bayi. Kalori ekstra ini bisa didapatkan dari segelas susu skim dan 60 gram keju atau sayur dan buah.

Jadi, jangan sampai Ibu hamil menambahkan kalori secara berlebihan. Selain dapat menyebabkan obesitas, juga akan kesulitan untuk menurunkan berat badan setelah melahirkan nanti.

5. Larangan naik pesawat ketika hamil karena radiasi.

Faktanya?

Mesin X-Ray security yang ada di bandara dan pesawat saat terbang pada ketinggian tertentu memang memancarkan radiasi. Namun, tingkat radiasi tersebut terbilang kecil, tidak mampu menembus masuk ke dalam tubuh, sehingga tidak akan memengaruhi janin.

Saat hamil, disarankan untuk memahami informasi mana yang benar dan hanya mitos belaka. Tujuannya agar tidak salah kaprah, apalagi sampai menimbulkan kekhawatiran yang mungkin bisa membahayakan kesehatan Bumil dan janin.***