Krusial — Pasar crypto kembali mencatat pertambahan likuidasi hingga US$1,36 miliar atau setara hampir Rp22 triliun dalam kurun waktu 24 jam terakhir. Hal ini terjadi usai Bitcoin (BTC) anjlok 7,25% hingga sentuh harga US$88.800, Selasa (25/02).

Secara rinci, likuidasi melibatkan sekitar 365.547 *trader*, di mana likuidasi terbesar berada pada posisi *long* sebesar US$1,25 miliar. Sementara itu, posisi *short* hanya mencatat likuidasi sebesar US$98,8 juta.

Adapun, Bitcoin menjadi penyumbang likuidasi terbesar hingga US$527,43 juta, disusul oleh Ethereum (ETH) sebesar US$292,9 juta. Lebih jauh lagi, aset crypto lainnya mengalami likuidasi sebesar US$124 juta.

Sebagai informasi, Bybit menjadi exchange crypto penyumbang likuidasi terbesar, di mana totalnya mencapai US$603 juta. Sedangkan, exchange lain seperti Binance, OKX, dan Gate.io hanya mencatat likuidasi masing-masing sebesar US$316 juta, US$149 juta, dan US$139 juta.

Diketahui, likuidasi kali ini bertepatan dengan pernyataan Presiden AS Donald Trump yang akan kembali menjatuhi pajak perdagangan (tariff) sebesar 25% kepada Kanada dan China.***