Krusial.com — Anggota Komisi IX DPR RI, Nurhadi, mengungkap dugaan adanya 5.000 titik dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga fiktif. Temuan ini diutarakan dalam rapat kerja bersama Badan Gizi Nasional (BGN), Senin (15/9/2025), dan mendorong perlunya perbaikan sistem verifikasi serta pengawasan di lapangan.

Nurhadi menyebut pernah menerima laporan terkait oknum yang menjual lokasi titik dapur MBG kepada BGN—praktik tersebut benar adanya setelah kebijakan roll back dilakukan dan ditemukan sekitar 5.000 titik fiktif. Ia juga menyoroti masih maraknya kasus keracunan makanan dalam pelaksanaan MBG di sejumlah wilayah.

Dalam keterangan terpisah, Nurhadi menjelaskan bahwa ada pola modus oknum yang memanfaatkan pengetahuan sistem BGN. Oknum tersebut mendaftarkan titik dapur atas nama yayasannya, lalu setelah mengunci titik tersebut, tidak membangun dapur sesuai tenggat dan justru menjualnya kepada investor.

Menurut Nurhadi, temuan ini tidak boleh dianggap remeh mengingat besarnya anggaran yang dialokasikan untuk MBG. Ia menegaskan transparansi dan akuntabilitas wajib dijaga dalam pelaksanaan program, sebab ribuan titik dapur yang mangkrak berdampak langsung pada hak anak-anak Indonesia memperoleh asupan gizi layak sesuai mandat MBG.

Nurhadi juga mengkritisi lemahnya mekanisme verifikasi dan pengawasan sejak awal. Ia mempertanyakan alasan banyak lokasi dapur yang terdaftar dalam sistem, namun tak kunjung dibangun meski batas waktu 45 hari telah berlalu. Ia menyebut sistem yang longgar membuka peluang praktik percaloan, dominasi investor, hingga dugaan praktik ‘konglomerasi yayasan’ yang dinilai merugikan publik.

Lebih lanjut, Nurhadi meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk melakukan audit kinerja dan keuangan MBG, serta menindak tegas jika terdapat penyimpangan. Ia menegaskan, MBG adalah investasi jangka panjang bagi bangsa dan tidak boleh dijadikan ajang bisnis. Keberhasilan program harus diukur dari kualitas makanan yang sampai ke meja anak-anak, bukan sekadar jumlah dapur terbangun.***