Krusial.com — Ratusan warga Myanmar terpaksa dievakuasi akibat pertempuran sengit antara militer dan pasukan anti-kudeta yang terjadi akhir pekan lalu. Bentrokan terbaru ini berpusat di desa Saung Nang Khae, negara bagian Shan, bagian timur Myanmar, dilansir dari CNA, Senin (16/6/2025).
Myanmar telah mengalami konflik berkepanjangan sejak kudeta militer tahun 2021. Menurut data Perserikatan Bangsa-Bangsa, konflik ini telah menyebabkan lebih dari 3,5 juta orang mengungsi.
Konvoi evakuasi darurat menggunakan traktor dan kendaraan seadanya terlihat membawa warga, ternak, kursi roda, dan koper. Mereka menuju tempat penampungan sementara di desa BC Kone, sekitar 60 kilometer dari zona konflik.
Juru bicara sayap pemuda Partai Kayan New Land, Khun Pyae Linn, menyatakan bahwa operasi penyelamatan masih berlangsung dan setidaknya 600 orang telah dievakuasi. Ia menambahkan bahwa jumlah keseluruhan bisa melebihi 1.500 orang karena organisasi lain juga turut membantu evakuasi.
Sebelumnya, militer dan beberapa kelompok perlawanan menyatakan gencatan senjata menyusul gempa dahsyat berkekuatan 7,7 yang terjadi pada bulan Maret lalu. Namun, kenyataannya, kekerasan masih terus berlangsung.
Di tengah tekanan tersebut, militer Myanmar mulai menerapkan kebijakan wajib militer guna memperkuat pasukannya. Kebijakan ini diberlakukan setelah mereka kehilangan banyak wilayah akibat serangan dari kelompok anti-kudeta dan organisasi bersenjata etnis.
Kondisi di Myanmar masih jauh dari stabil. Evakuasi dilakukan dalam kondisi darurat, dengan fasilitas minim dan ketidakpastian yang besar.***
Tinggalkan Balasan