Krusial.com — Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini menyoroti, industri semen Indonesia yang over kapasitas hingga belum optimalnya lintas sektor. Menurutnya, industri semen sangat bergantung kepada kondisi ekonomi makro sehingga menyebabkan fluktuasi ekonomi secara signifikan. 

“Over kapasitas yang sudah terjadi selama lebih dari 10 tahun. Harus segera diselesaikan dengan pendekatan kebijakan yang strategis dan kolaboratif,” kata politikus PDIP ini dalam keterangan persnya, di Jakarta, Selasa (15/7/2025). 

Ia menjelaskan, stagnasi pertumbuhan di sektor konstruksi serta tekanan geopolitik turut mempengaruhi permintaan semen dalam negeri. Sehingga, penyelesaian masalah ini tidak bisa hanya dibebankan pada pelaku industri. 

“Tetapi juga membutuhkan kerjasama erat antar eksekutif dan legislatif. Pentingnya transformasi industri semen ke arah industri hijau,” ucapnya.

Kemudian, Ia mengajak, para pelaku industri untuk aktif menjalin sinergi dengan pemerintah daerah. Semua itu, demi  memperkuat komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan.

“Industri semen bisa mengambil peran sebagai bapak asuh dalam gerakan energi hijau daerah. Tapi faktanya, belum banyak MoU yang optimal antara industri dan pemerintah daerah,” ujarnya.

Ia menambahkan, dalam konteks krisis energi global dan transisi energi, sektor semen memiliki potensi besar untuk menjadi pelopor efisiensi. Dan penggunaan energi terbarukan, sekaligus memperkuat keberlanjutan rantai pasok nasional.

Dirinya memastikan agar pihaknya mengawal ekosistem industri semen agar mampu tumbuh sehat dan berdaya saing. “Salah satu fokus utama adalah mendorong SIG (Semen Indonesia Group) dan entitas industri lainnya,” ujarnya.***