Krusial.com – PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE), perusahaan pelayaran yang berfokus pada operasi kapal tunda dan tongkang, mengalami kerugian Rp36,01 miliar pada semester pertama 2026.
Padahal pendapatan emiten yang dikendalikan oleh Suganto Gunawan ini, naik lebih dari tiga kali lipat menjadi Rp88,96 miliar di semester pertama.
Direktur Utama CBRE, Suminto Husin Giman, mengatakan peningkatan pendapatan di semester pertama ini merupakan indikator positif atas strategi pengembangan usaha, yang mulai terealisasi.
Suminto mengakui bahwa beban operasi dan keuangan CBRE melonjak di semester pertama. Namun lonjakan ini dinilai bagian dari investasi perseroan, dalam memperkuat fondasi bisnis agar tumbuh berkelanjutan.
“Manajemen akan terus berupaya meningkatkan efisiensi, mengoptimalkan pemanfaatan aset, serta memperkuat struktur keuangan agar dapat menghasilkan kinerja yang lebih baik di masa mendatang,” jelas Suminto, dalam keterangan resmi yang disampaikan pada Kamis (6/8).
Dalam keterangan terpisah, manajemen CBRE juga menyampaikan perkembangan terbaru terkait rencana Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue.
CBRE mengaku saat ini dokumen penyertaan pendaftaran rights issue telah diserahkan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), untuk selanjutnya melalui proses evaluasi.
“Perseroan masih berada pada tahap pemenuhan atas beberapa hal yang menjadi perhatian dan permintaan klarifikasi dari OJK sebagai bagian dari proses penelaahan dokumen,” jelas Manajemen CBRE.
Setelah evaluasi dan pemenuhan syarat tuntas, CBRE akan kembali mengumumkan perubahan jadwal pelaksanaan rights issue kepada investor dan Bursa Efek Indonesia (BEI).
Menurut data IDNFinancials.com, CBRE pada Maret 2026 mengumumkan rencana rights issue untuk menghimpun dana hingga Rp1,91 triliun.
Aksi korporasi ini semula dijadwalkan berlaku efektif mulai 18 Mei 2026, dengan target penghimpunan dana pada 12 Juni 2026.***
Tinggalkan Balasan