ACEH SELATAN – Dalam pengumumannya, WHO menyebutkan telah menemukan kasus Hepatitis akut yang tidak diketahui etiologinya, kasus Hepatitis akut ini tidak termasuk ke dalam tipe A, B, C, D, maupun E serta tidak diketahui penyebabnya.

Kasus Hepatitis akut ini memiliki gejala meliputi sindrom jaundice akut (air kencing berwarna gelap, feses/tinja pucat, kuning pada sklera mata dan kulit, lemas, nyeri sendi/otot), diare, mual, muntah, dan nyeri di bagian perut. Kasus ini mulai banyak ditemui di wilayah eropa dan dilaporkan terjadi pada anak berusia 1 hingga 16 tahun.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia mengungkapkan, telah terdeteksi sebanyak 15 kasus hepatitis akut di Indonesia hingga Senin (9/5/2022). Adapun 15 kasus hepatitis akut tersebut terdeteksi di 5 provinsi yaitu, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Sumatera Barat dan Bangka Belitung.

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menjelaskan bahwa penularan atau transmisi hepatitis akut tersebut diduga melalui fekal-oral atau saluran cerna, dimana jumlah penularannya semakin meningkat dibandingkan sehari sebelumnya di Indonesia.

IDAI meminta agar orang tua mewaspadai penularan virus penyebab hepatitis akut tersebut, salah satunya dengan menjaga kebersihan asupan makanan anak-anak, kualitas air, serta lingkungan serta tetap disiplin protokol kesehatan yang selama ini telah diterapkan sebagai langkah pencegahan Hepatitis akut dan Covid-19.

Menanggapi hal itu, saat ini dinas kesehatan kabupaten Aceh Selatan telah menyiapkan berbagai upaya pencegahan penularan penyakit Hepatitis akut tersebut dengan melakukan sosialisasi pencegahan ke masyarakat.

Kepala dinas kesehatan kabupaten Aceh Selatan Fakhrijal, S.Kep, M.Kes melalui Kasub Koordinator Efidiemologi Lya Afrisa Janan, Amd.Farm , menyebutkan, hingga saat ini Dinkes Aceh Selatan belum mendapat laporan adanya masyarakat yang terjangkit, namun pihaknya terus melakukan berbagai macam upaya pencegahan agar penyakit yang menyerang saluran pencernaan dan juga saluran pernafasan tersebut tidak sampai masuk ke daerah Aceh Selatan.

“Salah satunya dengan melakukan sosialisasi pencegahan ke masyarakat, kita meminta agar masyarakat tetap waspada dengan tetap mematuhi protokol kesehatan serta menerapkan pola hidup sehat dan jangan bertukar peralatan makan,” ucapnya kepada wartawan, Rabu (12/5/2022).

Meski berbahaya, pihaknya meminta agar masyarakat tidak perlu panik menanggapi adanya penyakit tersebut dan disarankan agar segera memeriksa kesehatan kepada fasilitas kesehatan jika terserang penyakit.

Hepatitis akut memiliki potensi komplikasi yang berakibat fatal. Jadi, ketika seseorang merasakan salah satu dari beberapa gejalanya secara tiba-tiba maka sebaiknya langsung menghubungi layanan kesehatan terdekat.

Terlebih lagi, jika penderita mengalami salah satu kondisi seperti kejang, penurunan kesadaran dan hampir pingsan maka jangan ragu untuk mengunjungi rumah sakit dan jalankan perawatan.(Redaksi)