Krusial | Jakarta – Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia hari ini, Rabu (22/1/2025), diperkirakan akan bergerak terbatas. Meskipun, hari ini Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat ke level 7.227 dibandingkan level penutupan, Selasa (21/1/2025), kemarin di 7.181.
“Pada perdagangan Rabu ini, IHSG diperkirakan bergerak terbatas di rentang 7.147-7.230. Sedangkan level support nya di 7.050,” kata Head of Research and Chief Economist Mirage Asset Sekuritas Indonesia, Rully Arya Wisnubroto.
IHSG, menurut Rully, melanjutkan tren penguatan selama empat hari berturut-turut. Untuk pertama kalinya IHSG berada di atas level 7.200 sejak pertengahan bulan Desember lalu.
Meski demikian, investor asing masih mencatatkan net outflows (aliran modal keluar) selama dua hari berturut-turut. Pada Selasa kemarin terjadi terjadi net sell (jual bersih) oleh investor asing sebesar Rp437 miliar.
Tren penguatan IHSG, ujar Rully, disebabkan oleh dua faktor, baik dari dalam negeri maupun dari global. “Dari dalam negeri, penguatan IHSG sejak pekan lalu didorong oleh langkah penurunan BI rate yang di luar ekspektasi,” ucapnya.
Penurunan BI rate masih berpengaruh positif terhadap kenaikan harga beberapa saham unggulan di sektor perbankan, yaitu BMRI dan BBRI. Harga saham kedua bank tersebut, hingga Selasa kemarin, secara akumulasi masing-masing menguat 11,6 persen dan 11,8 persen.
“Sementara dari sisi global, didorong oleh meredanya kekhawatiran terjadinya perang dagang antara AS dan Tiongkok. Trump memberi sinyal belum akan memberlakukan kenaikan tarif perdagangan yang baru, khususnya terhadap barang-barang impor dari Tiongkok,” kata Rully menutup analisisnya.***
Tinggalkan Balasan