Krusial.com — James Howells, insinyur komputer asal Inggris, menyerah mencari hard drive berisi 8.000 Bitcoin (BTC) senilai US$914,4 juta yang hilang di tong sampah. Padahal, nilainya bisa mencapai US$8 miliar atau Rp131 triliun pada 2030.
Diketahui, hard drive tersebut ikut terbuang karena menantu Howells diminta membuang barang-barang tidak berfungsi dari rumahnya.
Sebelumnya, Howells juga telah mengajukan tuntutan ke Dewan Kota Newport untuk mendapatkan akses ke tempat pembuangan sampah. Namun, permohonannya ditolak dan meminta pengadilan membatalkan tuntutannya.
Bahkan, Howells ingin membeli lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di mana menjadi lokasi terakhir hard wallet tersebut diketahui. Namun pengadilan berargumen hard drive tersebut telah menjadi milik pemerintah setempat berdasarkan undang-undang.
Sementara itu, nilai Bitcoin bisa mencapai US$1 juta berdasarkan proyeksi sejumlah nama besar seperti Executive Chairman Strategy Michael Saylor, Robert Kiyosaki, hingga Eric Trump.
Dengan kata lain, 8.000 Bitcoin yang hilang saat ini saja sudah bernilai US$914 juta setara Rp14,9 triliun berpotensi mencapai US$8 miliar setara Rp131 triliun, jika proyeksi tersebut benar-benar terjadi.
***Disclaimer Alert. Not Finanial Advice (NFA). Do Your Own Research (DYOR).
Tinggalkan Balasan