Krusial.com — Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin RI) menyerahkan santunan kepada dua keluarga. Penyerahan berlangsung di kantor BP Taskin Jakarta dan disaksikan jajaran pejabat lembaga tersebut.

Santunan diberikan kepada ahli waris seorang pengemudi ojek online dan anggota Dasawisma yang meninggal dunia. Total nilai bantuan mencapai ratusan juta rupiah, termasuk dana pendidikan anak.

Wakil Kepala I BP Taskin Nanik Sudaryati Deyang menyerahkan santunan kepada kedua ahli waris tersebut. Ia didampingi Deputi Kepesertaan dan Keagenan BPJS Ketenagakerjaan Faizal Rachman.

Kegiatan ini disebut sebagai bukti hadirnya negara melindungi keluarga dari risiko kemiskinan. Salah satu penerima, Sunaini, adalah istri almarhum Rudi, pengemudi ojek online yang meninggal 8 September.

Rudi tercatat sebagai peserta mandiri BPJS Ketenagakerjaan sehingga keluarganya berhak atas santunan. Dari kepesertaan tersebut, Sunaini menerima santunan kematian Rp42 juta dan beasiswa Rp160 juta.

Total dana yang diterima keluarga sebesar Rp202 juta dari BPJS Ketenagakerjaan. Sunaini menuturkan dirinya berhenti berjualan bakso sejak suaminya meninggal dunia.

“Nanti lanjutkan lagi jualan baksonya. Bangkit lagi! Ini sudah dibantu oleh BPJS dengan santunan, uangnya dapat dipakai untuk buat gerobak baksonya yang bagus,” ujar Nanik menyemangati Sunaini, Kamis (4/9/2025).

Penerima santunan lain adalah Nur Asiyah, ahli waris dari ibunya yang menjadi peserta kelompok Dasawisma. Meski baru setahun terdaftar sebelum meninggal 1 Juli 2025, keluarga berhak atas santunan Rp42 juta.

Santunan tersebut juga ditambah dengan saldo JHT sebesar Rp646 ribu. Nanik menegaskan komitmen pemerintah melindungi warga dari risiko jatuh miskin melalui program jaminan sosial.

“Setidaknya hari ini kita telah mengentaskan kemiskinan untuk dua keluarga. Jangan sampai ada yang jatuh miskin,” kata Nanik.***