Krusial.com – PT Intiland Development Tbk (DILD) menjajaki lini bisnis data center guna meraih tambahan pendapatan. Bisnis ini akan digarap lewat perusahaan patungan (joint venture) anak usahanya dengan ION Network.

Theresia Rustandi, Sekretaris Perusahaan DILD, menyampaikan bahwa PT Intiland Alfa Rendita (IAR), anak usaha DILD, dan ION Network telah mendirikan PT Inti Arunika Persada (IAP) untuk mengembangkan layanan pusat data.

“Porsi kepemilikan saham masing-masing 50%,” katanya dalam keterbukaan informasi dikutip Kamis (12/2).

Menurut dia, pembentukan perusahan data center sebagai langkah sinergi kekuatan dan pengalaman masing-masing pihak.

Perusahaan, katanya, berpengalaman dalam pengembangan properti terpadu dengan aset yang meningkat di masa depan, sementara ION Network piawai dalam usaha pengembangan data teknologi dan digital.

Selama ini, pendapatan DILD memang berasal dari Penjualan Perumahan, Kawasan Industri, Apartemen (High Rise), Sewa Perkantoran, Hotel dan Sewa Kawasan Industri.

Per September 2025, emiten ini mencetak pendapatan sebesar Rp1,69 triliun, dengan kontribusi utama berasal dari Penjualan Properti sebesar Rp1 triliun dan Pendapatan Usaha Rp697,70 miliar.

Sementara itu, berdasarkan laman resminya, ION Network mengklaim memiliki 700 ribu homepass di Pulau Jawa hingga Bali, serta Bangka dan Medan, dengan total jangkauan kabel serat optik sekitar 71.000 km.

Sebagai catatan, per Januari 2025, penerima manfaat akhir kepemilikan saham DILD yakni Hendro S. Gondokusumo. Jumlah saham tercatat 10,36 miliar, dengan porsi Pengendali 49,79% dan Nonpengendali 50,12%.

Jumlah pemegang saham 18.447 nasabah, dengan persentase free float 39%.***