Krusial | Jakarta — Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF), Kristalina Georgieva, mendesak Amerika Serikat untuk segera mencapai kesepakatan dagang. Hal ini bertujuan membatasi dampak kebijakan tarif Presiden Donald Trump terhadap perekonomian global.

“Kesepakatan kebijakan dagang di antara para pelaku utama sangat penting, dan kami mendesak mereka untuk segera melakukannya. Karena ketidakpastian sangat mahal,” katanya dalam konferensi pers di Washington, dikutip dari Guardian, Jumat (25/4/2025).

Meski tidak secara langsung mengkritik pemerintahan Trump, Georgieva menyoroti pergeseran besar dalam kebijakan perdagangan telah meningkatkan ketidakpastian secara signifikan. Menurutnya, kondisi ini menghambat pertumbuhan ekonomi global.

Ia menekankan pentingnya tercapainya kesepakatan perdagangan antara negara-negara utama secara cepat. Ketidakpastian yang berkepanjangan, katanya, dapat membawa biaya besar bagi perekonomian dunia.

“Tanpa kepastian, bisnis menahan investasi dan rumah tangga memilih menabung ketimbang membelanjakan uang mereka,” ujar Georgieva. Ia menambahkan, situasi tersebut akan memperlemah prospek pertumbuhan ekonomi global yang sudah rapuh.

Pasar keuangan sempat menunjukkan optimisme setelah Trump mengisyaratkan kemungkinan adanya kesepakatan dengan Tiongkok. Kesepakatan tersebut diperkirakan bisa menurunkan tarif dari level saat ini sebesar 145 persen.

Namun hingga kini belum ada perjanjian resmi yang ditandatangani. Negara-negara lain seperti Inggris juga tengah menjajaki kesepakatan serupa dengan Washington.

Dalam perkembangan terbaru, IMF menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global dari 3,3 persen menjadi 2,8 persen. IMF memperingatkan potensi risiko tambahan jika perang dagang berlanjut.

Georgieva menyebut situasi saat ini sebagai ujian besar baru bagi ekonomi global. Ia juga menambahkan, banyak negara telah kehabisan ruang untuk manuver kebijakan setelah dihantam krisis bertubi-tubi dalam beberapa tahun terakhir.

Georgieva mengungkapkan, delegasi dari negara-negara anggota IMF menunjukkan rasa cemas atas kondisi ekonomi global saat ini. “Kami baru saja akan melangkah menuju stabilitas setelah serangkaian guncangan, namun kini kita kembali menghadapi ketidakpastian,” katanya.***