Krusial.com — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau menguat ke level 7.182,65, dalam pembukaan perdagangan hari ini, Rabu (16/7/2025). Melansir BEI, penutupan perdagangan Selasa (15/7/2025) kemarin, IHSG juga naik 0,61 persen atau 43 poin ke level 7.140.
Ekonom Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rully Arya Wisnubroto buka suara, terkait IHSG naik hari ini. Ia menilai, investor asing masih mencatat arus modal keluar bersih sebesar Rp327,8 miliar.
“Investor asing terus melakukan penjualan atas saham BMRI. Besarnya mencapai Rp276miliar,” kata Rully dalam analisisnya, Rabu (16/7/2025).
Menurut Rully, perekonomian Indonesia masih menghadapi tantangan yang cukup besar. Prospek pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) nya lebih rendah pada kuartal kedua 2025.
Sementara itu, Presiden AS, Donald Trump mengumumkan, perjanjian dagang awal dengan tarif impor 19 persen untuk barang Indonesia. “Meskipun jauh lebih rendah dibanding 32 persen, tetap saja jauh lebih tinggi dari tarif sebelum 2025, di kisaran 0–5 persen,” ucap Rully.
Menurutnya, tarif 19 persen tetap akan akan berdampak dan rentan bagi sektor padat karya yang bergantung pada permintaan AS. Yakni, seperti sektor industri apparel, alas kaki, tekstil, elektronik, dan hasil laut.
Pelaku pasar juga akan mencermati hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) yang akan diumumkan hari ini. Rully memprediksi BI masih akan mempertahankan suku bunga (BI Rate) 5,5 persen, bahkan hingga akhir tahun.
BI masih menunggu penyesuaian dari perbankan untuk menurunkan suku bunga kredit. Disamping melihat perkembangan kebijakan yang akan diambil bank sentral AS, The Fed terkait suku bunganya.
“Di tengah tekanan Trump agar Fed menurunkan suku bunga secara agresif, kami memprediksi Fed masih akan berhati-hati. Fed akan melihat perkembangan data ekonomi untuk menentukan seberapa besar dan seberapa cepat penurunan suku bunga ke depan,” ujar Rully.***
Tinggalkan Balasan