Krusial.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan hebat dan menutup perdagangan sesi I, Rabu (3/6/2026), di zona merah. IHSG terkoreksi 305,95 poin atau 4,94 persen ke level 5.889,48.
Pelemahan tajam tersebut diikuti mayoritas saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 752 saham melemah, 38 saham menguat, dan 169 saham lainnya bergerak stagnan.
Aktivitas perdagangan terpantau cukup tinggi dengan volume transaksi mencapai 23,51 miliar saham. Nilai transaksi tercatat sebesar Rp14,86 triliun dengan frekuensi perdagangan mencapai 1,77 juta kali transaksi.
Sementara itu, kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia turun menjadi Rp10.334 triliun seiring pelemahan yang terjadi hampir di seluruh sektor.
Seluruh indeks sektoral tercatat bergerak di zona merah. Sektor bahan baku menjadi sektor dengan pelemahan terdalam setelah anjlok 10,25 persen. Disusul sektor energi yang merosot 7,16 persen.
Tekanan jual yang cukup besar pada saham-saham berbasis komoditas dan energi menjadi salah satu faktor yang membebani pergerakan indeks sepanjang sesi perdagangan.
Saham Penguat Teratas
Di tengah tekanan pasar, beberapa saham masih mampu mencatatkan penguatan signifikan atau masuk dalam daftar top gainers.
Saham PT Multi Medika Internasional Tbk (MMIX) memimpin penguatan dengan kenaikan 20,95 persen ke level Rp635 per saham.
Selanjutnya, saham PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) menguat 18,92 persen menjadi Rp440 per saham, sedangkan saham PT Prima Multi Usaha Indonesia Tbk (PMUI) naik 14,71 persen ke level Rp78 per saham.
Saham Pelemahan Terbesar
Di sisi lain, sejumlah saham mengalami koreksi tajam dan masuk dalam daftar top losers.
Saham PT Indonesia Prima Property Tbk (OMRE) menjadi salah satu yang mengalami penurunan terbesar setelah melemah 15 persen ke level Rp935 per saham.
Sementara itu, saham PT Petrosea Tbk (PTRO) juga anjlok 15 persen ke posisi Rp4.080 per saham. Adapun saham PT Intermedia Capital Tbk (MDIA) turun 15 persen ke level Rp68 per saham.
Pelemahan IHSG pada sesi pertama perdagangan hari ini menunjukkan tingginya tekanan jual di pasar saham domestik. Pelaku pasar masih mencermati berbagai sentimen yang memengaruhi pergerakan pasar keuangan, baik dari dalam negeri maupun global.***
Tinggalkan Balasan