Krusial.com | Aceh Selatan – Prestasi Kabupaten Aceh Selatan pada Pekan Olahraga Aceh (PORA) XIV Tahun 2022 di Kabupaten Pidie, beberapa hari lalu melorot hingga ke posisi buncit.

Kendati tidak berada pada juri kunci, namun posisi urutan 21 dari 23 kontingen kabupaten/kota di Aceh, memperlihatkan prestasi Aceh Selatan yang diperkuat dengan 280 atlit dan official sangat menurun bila dibandingkan dengan hasil perolehan medali pada event yang sama empat tahun yang lalu.

Daerah ini, hanya memperoleh 3 medali  emas, 12 perak, dan 20 perunggu.

“Bila dikomparasikan dengan penyelenggaraan sebelumnya, kali ini Aceh Selatan benar-benar memalukan, karena kita merupakan kabupaten besar dan sering berada pada posisi 10 besar,” kata Hasbar mengomentari prestasi Aceh Selatan dalam Pora ke- XIV.

Pegiat kemasyarakatan ini, menilai perkembangan olah raga di Aceh Selatan seharusnya lebih baik karena potensi daerah ini sangat besar dalam bidang olahraga.

Aceh Selatan masuk dalam urutan 21 perolehan medali pada Pekan Olahraga Aceh (PORA) XIV di Kabupaten Pidie, dengan perolehan 3 emas, 12 perak, dan 20 perunggu.

Perolehan medali diurutan 21 dari 23 kabupaten/kota di Provinsi Aceh itu jauh ketinggalan dari kabupaten/kota hasil pemecahan dari Kabupaten Aceh Selatan.

Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) diurutan ke 8 perolehan medali dengan menggondol 8 emas, 11 perak, dan 21 perunggu.

Berikutnya, Pemko Subulussalam diurutan 17 dengan memperoleh 6 emas, 14 perak, dan 30 perunggu, dan Aceh Singkil diurutan 20 dengan perolehan 4 emas, 7 perak dan 16 perunggu.

Anjloknya perolehan medali PORA XIV di Pidie tersebut membuat masyarakat Aceh Selatan kecewa, kendati Bupati Aceh Selatan Tgk. Amran telah memotivasi para atlet dengan pemberian bonus bagi peraih medali emas, perak dan perunggu.

Tak tanggung-tanggung Bupati Aceh Selatan Tgk. Amran menjanjikan bagi atlet yang berhasil membawa pulang medali emas akan mendapatkan bonus Rp. 10 juta, perak Rp. 7 juta, dan perunggu Rp. 5 juta, serta pelatih Rp. 5 juta.

Selanjutnya Peneliti Pusat Kajian Analisis Transaksi (PUKAT) Aceh, Adi Irwan menyatakan, perolehan medali PORA Aceh Selatan di Pidie sangat anjlok.

“Maka perlu dilakukan evaluasi terhadap Ketua Harian KONI Aceh Selatan, dan seluruh pengurus KONI karena diduga tidak mampu membina cabang olahraga (Cabor) di Aceh Selatan,” pintanya.(Redaksi)