Krusial | Blangpidie – Harga biji pinang kering di tingkat petani Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) terus merangkak naik. Dalam sepekan terakhir kenaikan rata-rata mencapai Rp 3.000/kg. Sementara, harga brondolan kelapa sawit kian melemah dalam sebulan terakhir, bahkan dalam sepekan terakhir anjlok mencapai rata-rata Rp 300/kg.
Harga biji pinang kering terus merangkak naik dalam sebulan terakhir. Bahkan, dalam pekan ini sudah mengalami kenaikan mencapai rata-rata Rp 3.000/kg, atau dari harga pekan lalu Rp 7.000/kg – Rp 8.000/kg kini naik menjadi Rp 10.000/kg – Rp 11.000/kg di tingkat petani.
Kenaikan harga ini, ungkap Ali salah seorang pedagang hasil bumi di Abdya, menyusul permintaan pasar yang cenderung membaik dalam sebulan terakhir.
“Hukum pasar kan begitu, ketika permintaan membaik, maka harga juga akan naik,” katanya seperti dikutip dari Antaran, pada Kamis (16/01/2025).
Ali memperkirakan harga pinang dalam hari-hari mendatang akan terus membaik, namun disayangkan banyak petani yang sudah menebang pohon pinang dalam beberapa tahun terakhir.
“Aksi penebangan pohon pinang yang dilakukan petani ini, lantaran harga pinang yang anjlok cukup lama. Konidisi ini petani tidak mampu menahan penderitaan panjang, sehingga mereka beralih membudiya sawit. Maka banyak kebun pinang yang menjadi kebun sawit,” kata dia.
Sementara, harga brondolan sawit melemah dalam dua pekan terakhir. Bahkan, dalam saat ini sudah turun rata-rata Rp 300/kg, atau dari harga Rp 3.300/kg turun menjadi Rp 3.000/kg. “Turunnya harga brondolan sawit ini dampak dari melemahnya harga CPO,” kata Muhib salah seorang agen brondolan di Kuala Batee. (Suprijal Yusuf)
Tinggalkan Balasan