Krusial | Banda Aceh – Harga ikan basah di Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh, seperti tuna, cakalang, dan udang, mengalami kenaikan rata-rata mencapai Rp 5.000/kg. Sementara itu, harga daging sapi, ayam, dan bebek tidak mengalami perubahan dan tetap stabil, pada Kamis,

Berdasarkan data yang dihimpun di dua lokasi, yaitu Pelabuhan Perikanan Samudra Kutaraja, Lampulo, dan Pasar Al-Mahira, Lamdingin, Banda Aceh, Provinsi Aceh, menunjukkan bahwa harga ikan basah jenis tuna sirip kuning yang dua hari lalu masih berada pada kisaran Rp 25.000-Rp 28.000/kg kini naik menjadi Rp 30.000-Rp 35.000/kg. Begitu juga harga ikan basah cakalang, dari Rp 20.000/kg naik menjadi Rp 26.000-Rp 28.000/kg.

Harga udang vaname juga mengalami kenaikan rata-rata Rp 5.000/kg, dari Rp 65.000 naik menjadi Rp 70.000/kg untuk ukuran kecil, sedangkan udang ukuran sedang juga mengalami hal serupa, dari Rp 70.000/kg naik menjadi Rp 75.000-Rp 80.000/kg.

“Kenaikan harga ikan ini dipengaruhi jadwal nelayan yang tidak melaut selama dua hari, mulai Rabu-Kamis, 25-26 Desember 2024, dalam rangka peringatan hari bencana tsunami. Maka stok ikan diperkirakan akan berkurang, sehingga berdampak pada kenaikan harga. Mungkin pekan depan sudah stabil kembali,” ungkap Sayuti, salah seorang pedagang ikan di Pelabuhan Perikanan Samudra Kutaraja, Lampulo.

Sementara itu, harga daging sapi tetap stabil pada kisaran Rp 150.000-Rp 160.000/kg, begitu juga harga ayam pedaging stabil Rp 50.000/kg. Sedangkan harga ayam kampung dijual pada harga stabil Rp 65.000/kg, dan bebek Rp 60.000/kg.

“Stabilnya harga daging ini lantaran permintaan tidak terjadi lonjakan, sementara stok barang juga aman,” kata Ibrahim, seorang pedagang daging di Pasar Al-Mahirira.***