Krusial.com – Bursa Efek Indonesia (BEI) mencabut saham PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) dari papan pemantauan khusus, yang membuat sahamnya diperdagangkan dengan mekanisme Full Call Auction (FCA).
Kadiv Peraturan dan Layanan Perusahaan Tercatat BEI, Teuku Fahmi Ariandar, menyampaikan saham GIAA sebelumnya masuk dalam pemantauan khusus lantaran memiliki ekuitas negatif dalam laporan keuangan terakhirnya.
“Perubahan ini mulai efektif pada tanggal 31 Maret 2026,” jelas Teuku, dalam keterangan yang disampaikan pada Senin (30/3) kemarin.
Berdasarkan laporan keuangan yang disampaikan, GMFI memang mencatat defisiensi modal sebesar US$257,9 juta pada tahun buku 2024. Namun posisi ekuitas perseroan pada 2025 berbalik positif menjadi US$114,5 juta.
Perbaikan ekuitas anak usaha PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) ini, sejalan pertumbuhan laba bersih yang mencapai 26% secara tahunan, menjadi US$33,94 juta di 2025.
Pertumbuhan ini didukung kinerja pendapatan yang meningkat 16,6% secara tahunan menjadi US$491,8 juta.
Meski laba bersihnya tumbuh double digit, namun laba per saham GMFI menyusut jadi US$0,0009 atau setara Rp15,3 dengan asumsi kurs Rp17.000 per dolar Amerika Serikat (AS). Penyusutan ini disebabkan adanya penambahan jumlah saham beredar perseroan pada 2025.
Harga saham GMFI ditutup melesat 10% ke level Rp77 per lembar pada perdagangan Senin (30/3) kemarin, mencerminkan valuasi Price to Earning Ratio (PER) 5,03x.
Sebanyak 65,7% saham GMFI kini berada di bawah kendali PT Angkasa Pura Indonesia. Kemudian GIAA memegang 27,4% saham, investor publik 6,5%, PT Aero Wisata 0,27%, dan sisanya dimiliki oleh beberapa direktur dan komisaris perseroan.***
Tinggalkan Balasan