Krusial | Bantul — Peristiwa yang menghebohkan jagat maya mengguncang Bantul dan Sleman. Seorang perempuan muda berinisial EDP (23), warga Mlati, Sleman, ditemukan tewas mengenaskan setelah diduga dihabisi oleh kekasihnya sendiri, MRR (24), warga Kretek, Bantul.
Peristiwa yang mengguncang dunia maya ini tidak hanya menyingkap dari sisi kejahatan yang mengerikan, namun juga membuka luka batin, konflik hubungan, dan kegagalan komunikasi yang berakhir tragis.
Kasat Reskrim Polres Bantul IPTU Iqbal Satya BimantarKepolisian mengungkap kasus ini menyebutkan, bahwa jasad korban sempat berpindah-pindah tempat selama berbulan-bulan, sebelum akhirnya ditemukan dalam kondisi mengenaskan, hanya tersisa tulang belulang.
“Jasad itu dipindah ke indekos teman pelaku di Condongcatur Selman, sebelumnya setelah kejadian, pelaku sempat meninggalkan jasad korban di sebuah kontrakan di Sabdodadi selama dua bulan. Karena takut ketahuan orang tua, jasad itu dipindah,” katanya kepada awak media (28/3/2025)
Yang membuat hati miris, Menurut Iqbal, jasad korban yang dibungkus dalam kantong sampah sempat dibuang dan ditemukan oleh tukang sampah. Pelaku pun mencarinya dan akhirnya menemukan kembali jasad itu di tempat pengepul.
“Lalu, pelaku membawa sisa jasad ke sebuah wisma di kawasan Kaliurang, Sleman, untuk membersihkan sisa-sisa daging yang menempel,” imbuhnya.
Pihak Kepolisian pun terkejut, bahwa pelaku menggunakan deterjen dan bahkan membakar sebagian jasad sebelum menyimpannya kembali dalam kantong di rumahnya di Kretek.
Berdasarkan pengakuan pelaku, menurut Kasi Humas Polres Bantul AKP I Nengah Jeffry peristiwa nahas ini terjadi pada 24 September 2024 sekitar pukul 09.00 WIB, saat keduanya terlibat cekcok hebat di sebuah indekos.
“Pelaku mengklaim bahwa emosinya meluap karena mendapat kekerasan fisik dari korban, dan akhirnya pelaku mengaku mencekik korban usai terlibat pertengkaran,” ujar AKP Jeffry.
MRR, saat dihadirkan dalam konferensi pers, tampak menunduk lesu. Ia mengaku menyesal dan masih menyimpan rasa cinta kepada korban. Mereka telah menjalin hubungan sejak 2019, namun menurut pengakuannya, hubungan itu diwarnai ketegangan, kekerasan verbal, dan fisik. (Prayitno)
Tinggalkan Balasan