Krusial | Banda Aceh – Masa tenang kampanye Pilkada 2024 yang seharusnya menjadi ajang refleksi bagi pemilih, tampaknya diramaikan dengan praktik politik uang.
Sejumlah laporan masyarakat menyebutkan, di berbagai tempat di Banda Aceh, beberapa pasangan calon (paslon) masih sibuk membagikan uang tunai kepada warga.
Nilai uang yang diberikan pun bervariasi, mulai dari Rp200 ribu hingga Rp300 ribu, bahkan lebih.
Terkait hal ini, Irwan Djohan dengan santai menanggapi fenomena tersebut.
Dalam pernyataannya, ia mengatakan bahwa masyarakat tidak perlu ragu untuk menerima uang tersebut, tetapi tetap harus bijak dalam menentukan pilihan pada hari pemungutan suara.
“Ambil uangnya, tidak apa-apa. Mau bagaimana kita larang, itu memang sudah caranya mereka berkampanye. Tapi yang pasti, kita ingin Pilkada ini menghasilkan pemimpin yang baik untuk perubahan Kota Banda Aceh,” ujarnya dalam vidio berdurasi 1,05 menit yang dilansir media dialeksis.com, Senin, 25 November 2024.
Irwan Djohan juga menegaskan bahwa tujuan utama Pilkada adalah untuk memilih pemimpin yang mampu membawa perubahan positif bagi kota ini.
Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat agar tidak terpengaruh oleh uang yang diterima. Ia mengingatkan pentingnya memilih pemimpin yang memiliki visi dan misi jelas untuk kemajuan Banda Aceh.
“Kami percaya masyarakat Banda Aceh sudah cerdas. Ambil uangnya kalau perlu, tapi pilihan tetap sesuai hati nurani,” tutupnya.**
Tinggalkan Balasan