Krusial.com — PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) menyiapkan sejumlah strategi untuk memperluas bisnisnya di sektor energi hijau.
Perusahaan yang sebelumnya dikenal sebagai pemain batu bara ini, tengah memperkuat bisnis pengolahan limbah hingga ke luar negeri, serta mempercepat pengembangan proyek energi terbarukan dan ekosistem kendaraan listrik.
Untuk mewujudkan rencana tersebut, TOBA menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) hingga US$600 juta atau sekitar Rp10,04 triliun dalam lima tahun mendatang.
TOBA akan menggunakan dana itu secara bertahap sesuai kebutuhan, baik untuk pertumbuhan bisnis organik maupun anorganik.
Direktur TOBA, Juli Oktarina, mengatakan bahwa bisnis batu bara perseroan akan segera memasuki fase penutupan bertahap.
“Bisnis batu bara kami masih berjalan, tapi cadangannya akan habis dalam 1–2 tahun ke depan. Karena itu, kami sudah menyiapkan fase transisi, termasuk penutupan tambang dan reklamasi sesuai peraturan,” ujarnya dalam acara TBS Redefine di Jakarta, Rabu (12/11/2025).
Juli menegaskan bahwa transformasi ini tidak hanya sekadar perubahan portofolio bisnis, melainkan juga bentuk tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan.
“Kami memastikan seluruh proses transisi dilakukan secara bertanggung jawab, baik terhadap lingkungan, tenaga kerja, maupun keberlanjutan ekonomi daerah sekitar tambang,” katanya.
Adapun sumber pendanaan capex TOBA akan menggunakan kombinasi dana internal, pembiayaan eksternal, serta potensi kerja sama strategis dengan mitra global.
Menurut Juli, tantangan terbesar dalam transformasi ini adalah menyesuaikan model bisnis, serta menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten di sektor energi hijau.
“Transformasi ini tidak mudah. Dibutuhkan keberanian, ketekunan, dan konsistensi. Kami harus beralih dari model konvensional ke bisnis berbasis inovasi hijau,” jelasnya.
Selain itu, kata Juli, TBS juga harus menjaga kepercayaan pemegang saham dan pasar modal di tengah masa transisi.
“Sebagai perusahaan terbuka, kami harus menyeimbangkan portofolio agar perubahan ini berjalan mulus tanpa mengorbankan kinerja keuangan dan kepercayaan investor,” imbuh Juli.
Dalam beberapa tahun mendatang, lanjut Juli, pendapatan TOBA dari bisnis batu bara akan terus berkurang hingga digantikan sepenuhnya oleh lini bisnis energi hijau.***
Tinggalkan Balasan