Krusial | Jakarta — Dua perusahaan dijadwalkan mencatatkan (listing) perdana sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (10/3/2025). Yakni, PT Sinar Terang Mandiri Tbk (MINE) dan PT Jantra Grupo Indonesia Tbk (KAQI).
Sinar Terang Mandiri mencatatkan sebanyak 4,08 miliar saham. Sedangkan Jantra Grupo Indonesia listing 2,07 miliar saham. Kedua perusahaan ini mencatatkan lonjakan laba di atas 200% untuk periode per 31 Agustus 2024.
Sinar Terang Mandiri dengan kode saham MINE menggelar IPO dengan masa penawaran umum pada 4-6 Maret 2025. Perseroan mematok harga IPO di Rp 216/saham. Sehingga nilai kapitalisasi pasarnya Rp 882,23 miliar.
Saham yang ditawarkan ke publik lewat IPO sebanyak 612.665.300 (15%) saham, dan nilai IPO keseluruhannya Rp 132,33 miliar. Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek adalah Trimegah Sekuritas Indonesia.
Sinar Terang Mandiri bergerak di bidang jasa pertambangan yang memiliki pengalaman lebih dari 20 tahun, dengan kapabilitas mencakup perencanaan tambang, konstruksi infrastruktur pertambangan, operasional pertambangan, hingga ke transportasi hasil tambang (hauling, barging, transshipment) serta peremukan batu dan produksi paving.
Pendapatan perseroan mengalami peningkatan sebesar 40,8% yaitu dari Rp 968,05 miliar untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2023, menjadi Rp 1,36 triliun untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2024.
Laba periode berjalan perseroan mengalami peningkatan sebesar 278,3% yaitu dari Rp 59,52 miliar untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2023, mKenjadi Rp 225,177 miliar untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2024.
Sementara itu, Jantra Grupo Indonesia (KAQI) melakukan IPO dengan melepas 450 juta (21,68%) saham ke publik di harga Rp 118/lembar. Nilai keseluruhan IPO Rp 53,1 miliar, di mana masa penawaran umum pada 4-6 Maret 2025. RHB Sekuritas menjadi penjamin pelaksana emisi efeknya. Sedangkan, nilai kapitalisasi pasar KAQI ada di Rp 244,94 miliar.
Jantra Grupo berawal dari bengkel AC di tahun 2000, kini menjadi bengkel spesialis kaki-kaki sejak tahun 2011.
Jantra Grupo Indonesia (KAQI) membukukan pendapatan Rp 39,10 miliar per 31 Agustus 2024. Meningkat 14,26% dibandingkan Rp 34,22 miliar pada periode yang sama tahun 2023.
Namun, dari sisi laba bersih melonjak drastis. Jantra mencetak jumlah laba bersih untuk periode delapan bulan yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2024 sebesar Rp 7,34 miliar. Melejit sebesar 310,54% dibandingkan dengan laba bersih yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2023 sebesar Rp 1,78 miliar.
“Peningkatan ini terutama disebabkan karena meningkatnya pendapatan reparasi dan perawatan mobil dan karena bagian laba dari entitas anak,” papar manajemen KAQI dalam prospektusnya.***
source: investor.id
Tinggalkan Balasan