Krusial.com — Emiten komponen otomotif milik konglomerat TP Rachmat, PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA), berencana mengakuisisi 82% saham PT Mah Sing Indonesia, perusahaan manufaktur komponen plastik.

Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari strategi pengembangan dan ekspansi bisnis perusahaan.

Akuisisi ini bertujuan untuk meningkatkan pendapatan serta menambah portofolio produk, khususnya pada komponen plastik untuk kendaraan roda empat.

Presiden Direktur DRMA Irianto Santoso menyampaikan bahwa pihaknya saat ini sedang memfinalisasi dokumentasi dan proses hukum terkait akuisisi tersebut.

“Saat ini, syarat dan ketentuan dari dokumentasi akuisisi masih dalam tahap negosiasi dan pendalaman oleh Direksi Perseroan. Proses ini dilakukan sesuai kepentingan Perseroan serta seluruh pemangku kepentingan,” ujar Irianto dalam keterangan resmi Perseroan, Senin (27/10).

Irianto menambahkan, nilai transaksi yang diusulkan berada di bawah ambang batas 20% dari ekuitas, sesuai dengan Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha, sehingga transaksi ini tidak termasuk kategori transaksi material.

Selain itu, hasil pemeriksaan internal memastikan tidak ada potensi benturan kepentingan, sesuai OJK No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan.

Perseroan menegaskan komitmennya untuk mematuhi seluruh peraturan perundang-undangan, termasuk di bidang Pasar Modal dan Perseroan Terbatas, serta akan terus memberikan informasi yang transparan kepada OJK dan publik.

Hingga September 2025, DRMA mencatat laba bersih sebesar Rp419,87 miliar, naik 2% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya Rp412,07 miliar.

Kenaikan laba ini sejalan dengan meningkatnya penjualan yang naik 9,2% menjadi Rp4,39 triliun, khususnya didongkrak ekspor yang melonjak 117,55%.

Dari sisi pasar saham, pada perdagangan Senin (27/10/2025), harga saham DRMA naik 10,89% ke level Rp1.120 per lembar. Dalam lima hari terakhir, saham DRMA naik 14,29%, sementara dalam sebulan terakhir naik 10,89%.***