Krusial | Jakarta — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI) pekan lalu mulai membahas strategi Indonesia demi menjadi negara ramah crypto.
Kepala OJK Hasan Fawzi ingin Indonesia menjadi negara yang ramah crypto melalui pembangunan ekosistem yang terintegrasi dan kondusif.
“Kita ya berharap Indonesia bisa menjadi negara yang crypto-friendly, Indonesia harus memulai ekosistem crypto yang terintegrasi, hal ini disebabkan karena investor aset crypto semakin banyak,” sebut Hasan.
Selain Hasan, anggota DPR RI Puteri Anetta Komarudin mengatakan bahwa penting agar pemerintah terus mendorong literasi aset crypto untuk generasi muda di masa depan. Ia pun ingin OJK meningkatkan perlindungan terhadap investor crypto dari potensi penipuan dalam bentuk apapun.
“Kita berharap program literasi dan edukasi crypto bisa ditingkatkan dan diperluas. Karena 65% investor crypto saat ini adalah pemula yang masuk dalam kelompok usia muda,” ujar Puteri.
Tak hanya itu, dengan meningkatkan literasi soal crypto, generasi muda di Indonesia akan terhindar dari fenomena Fear of Missing Out (FOMO) yang menyebabkan kerugian di crypto.
Lalu, Puteri menegaskan agar para influencer yang tidak tersertifikasi dilarang untuk memasarkan produk crypto tertentu, terlebih mereka tidak mendalami risiko dari investasi tersebut.
Tambahan informasi, pada tahun lalu total investor crypto domestik mencapai 22,91 juta dan jumlahnya terus meningkat di tahun 2025 ini.***
Tinggalkan Balasan