Krusial.com — Setiap tanggal 30 Juni, dunia memperingati Hari Asteroid Internasional. Hari ini diperingati sebagai upaya untuk meningkatkan kesadaran global terhadap ancaman asteroid yang bisa menabrak Bumi.
Melansir dari National Today, Peringatan ini terinspirasi dari film ‘51 Degrees North’ yang dirilis pada tahun 2014. Film tersebut menggambarkan skenario bencana apabila sebuah asteroid menghantam kota London.
Tim kreatif di balik film tersebut, yang terdiri dari banyak ilmuwan, terdorong untuk membentuk sebuah Yayasan guna menyebarluaskan kesadaran akan bahaya asteroid. Pada tahun 2015, mereka merayakan Hari Asteroid Internasional pertama.
Diperkirakan terdapat lebih dari satu juta asteroid di luar angkasa yang berpotensi menghantam Bumi. Namun, hingga kini para ilmuwan baru berhasil menemukan sekitar satu persen dari jumlah tersebut.
Untuk itu, para pendiri Hari Asteroid bersama sejumlah ilmuwan terkemuka menginisiasi Deklarasi 100X Asteroid. Deklarasi tersebut bertujuan meningkatkan tingkat penemuan asteroid menjadi 100.000 per tahun dalam waktu satu dekade.
Objek dekat Bumi (NEO) adalah asteroid dan komet yang orbitnya berada kurang dari 1,3 satuan astronomi dari Matahari. NEO dianggap sebagai ancaman serius jika berada dalam jarak kurang dari 0,05 satuan astronomi dari orbit Bumi dan memiliki ukuran lebih dari 140 meter.
Jenis NEO seperti ini dapat menyebabkan kerusakan besar jika menabrak planet kita. Hingga kini, Pusat Studi NEO NASA mencatat lebih dari 36.000 asteroid dekat Bumi yang telah ditemukan, dilansir dari laman resmi PBB.
PBB melalui Kantor Urusan Luar Angkasa (UNOOSA) telah lama mengkaji bahaya NEO dan menganggapnya sebagai isu global yang memerlukan respons bersama. Pada tahun 2013, Komite Penggunaan Damai Luar Angkasa (COPUOS) merekomendasikan perlunya kerja sama internasional dalam menghadapi ancaman tersebut.
Sebagai tindak lanjut, dibentuk dua lembaga pada tahun 2014 untuk menghadapi ancaman asteroid. Lembaga tersebut adalah Jaringan Peringatan Asteroid Internasional (IAWN) dan Kelompok Penasihat Perencanaan Misi Antariksa (SMPAG).
IAWN bertugas merancang protokol komunikasi dan membantu pemerintah dalam menganalisis kemungkinan dampak tumbukan asteroid. Selain itu, lembaga ini juga mendukung perencanaan langkah-langkah mitigasi yang diperlukan.
Sementara itu, SMPAG merupakan forum lintas lembaga antariksa yang bertugas mengidentifikasi teknologi yang dibutuhkan untuk membelokkan asteroid. Forum ini juga berperan dalam menyusun strategi pertahanan planet secara bersama-sama.
Kedua lembaga ini merupakan bagian penting dari upaya global yang terus berkembang dalam menghadapi ancaman asteroid. Tujuannya adalah untuk melindungi Bumi dari potensi bencana yang berasal dari luar angkasa.***
Tinggalkan Balasan