Krusial.com — Hari Sjögren Sedunia diperingati setiap tanggal 23 Juli sebagai upaya untuk meningkatkan kesadaran global mengenai sindrom Sjögren. Sindrom tersebut merupakan sebuah gangguan autoimun yang sering kali sulit dikenali.
Melansir dari National Today, sejarah pengenalan sindrom ini bermula pada tahun 1892. Saat itu, Jan Mikulicz-Radecki mendeskripsikan gejala berupa pembesaran kelenjar ludah dan mata.
Meski temuannya penting, gejala tersebut sering disalahartikan sebagai sindrom Mikulicz. Langkah besar dalam pemahaman penyakit ini diambil oleh Henrik Sjögren, yang lahir di Koping, Swedia, pada 23 Juli 1899.
Setelah lulus dari Karolinska Institute pada tahun 1927, Dr. Sjögren pada tahun 1929 bertemu seorang pasien dengan kombinasi gejala tak biasa. Gejala tersebut adalah mata kering, mulut kering, dan nyeri sendi.
Merasa tertarik, Sjögren meneliti lebih lanjut dan menerbitkan disertasi doktornya pada tahun 1933. Dalam disertasi tersebut, ia mendeskripsikan 19 perempuan, sebagian besar wanita pascamenopause yang juga menderita artritis, dengan gejala yang serupa.
Meski awalnya ditolak oleh dewan penguji karena dianggap kurang kuat secara klinis, ia terus melanjutkan penelitiannya. Pada tahun 1951, ia mempublikasikan makalah penting berdasarkan data dari 80 pasien, di mana 50 di antaranya juga mengalami artritis.
Ia menyebut kondisi ini sebagai “keratoconjunctivitis sicca,” istilah ilmiah yang kini digunakan untuk menggambarkan kondisi mata kering. Seiring berjalannya waktu, nama Sjögren semakin dikenal dan digunakan untuk menyebut penyakit ini.
Untuk memperjuangkan hak dan pemahaman yang lebih baik bagi para penderita, Sjögren’s Foundation didirikan oleh Elaine Harris pada tahun 1983. Elaine sendiri merupakan penderita Sjögren yang mengalami kesulitan dalam mendapatkan diagnosis dan informasi yang tepat.
Pada hari ini, berbagai organisasi seperti Sjögren’s Foundation bekerja sama untuk mengedukasi masyarakat mengenai gejala, dampak, dan pengobatan penyakit ini. Sindrom Sjögren terutama menyerang sistem kekebalan tubuh.
Dua gejala utamanya adalah mata kering dan mulut kering akibat kerusakan pada sel-sel yang memproduksi air mata dan air liur. Penyakit ini juga bisa menyerang organ penting lainnya seperti ginjal, hati, paru-paru, tiroid, dan sistem saraf.
Gejala lain yang umum dialami oleh penderita sindrom Sjögren antara lain nyeri sendi, ruam kulit, dan batuk kering yang terus-menerus. Kondisi ini juga dapat menyebabkan pembengkakan kelenjar ludah, gangguan kesehatan gigi, rasa haus berlebihan, serta kelelahan yang ekstrem.
Karena banyaknya variasi gejala, sindrom ini kerap tidak dikenali dengan cepat dan dapat mempersulit diagnosis. Hari ini diperingati sebagai panggilan bagi dunia medis dan masyarakat luas untuk lebih mengenali dan memahami penyakit ini.
Tinggalkan Balasan