Krusial.com | Jakarta – Gubernur Papua Lukas Enembe sudah tiba di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto Jakarta. Di rumah sakit tersebut, ia akan menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan.

Dilansir dari CNN Indonesia, Lukas mendapatkan pengawalan super ketat dari
rombongan KPK. Mereka tidak di rumah sakit tersebut pada pukul 21.48 dan menggunakan 9 mobil Innova, 2 mobil Rantis dan 2 mobil patwal.

Untuk Lukas sendiri berada di Mobil Innova hitam dengan nomor plat polisi B 1452
SQQ. Di depan mobil yang membawa Lukas Enembe ini ada satu mobil Brimob dan beberapa anggota lain yang menggunakan seragam hitam lengkap dengan helm dan masker.

Setelah sampai di tempat, ia pun dikawal oleh beberapa penyidik KPK dalam menjalani pemeriksaan. Menurut Kepala KPK, Ali Fikri mengatakan jika semua itu bagian dari bentuk perhatian KPK ke kesehatan Lukas.

Proses pemeriksaan ini menurut Ali sudah berdasarkan berbagai pertimbangan yang
ada. “Ada pertimbangan khusus tersangka dilakukan pemeriksaan di RSPAD. Hal ini dilakukan untuk mengetahui riwayat penyakit tersangka LE (Lukas Enembe) “ Kata Ali di gedung KPK.

Di tempat itu juga Ali mengatakan jika pihaknya masih terus mendalami kasus tersebut hingga tuntas. Untuk itu detail kronologi konstruksi dan penangkapan tersangka akan dilakukan pada Rabu (11/01/2023).

“Besok siang, kami dan tim akan menyampaikan perkembangan terkait kasus ini,” kata Ali.

Setelah menjalani pemeriksaan, Lukas akan langsung di bawa ke kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia akan di bawa ke kantor tersebut jika dinyatakan layak untuk ditahan.

Dalam pantauan KPK, Lukas Enembe sekarang ini ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. dia diketahui melakukan dugaan kasus suap dan gratifikasi senilai Rp 1 Miliar sejak 5 September 2022 lalu.

Dalam kasus tersebut, ia menerima uang sebesar itu dari Direktur PT Tabi Bangun Papua (TBP) Rijatono Lakka. Korupsi yang dilakukan ini terkait proyek infrastruktur yang ada di Pemerintah Provinsi di Papua.

Tidak hanya suap, KPK pun juga masih terus mendalami akan kasus gratifikasi yang dilakukan oleh Lukas. Ia ditangkap oleh tim dari KPK pada Selasa (10/1/2023) ketika sedang makan siang di Restoran Jayapura.

Ditangkapnya Lukas di tempat tersebut berujung pada kerusuhan yang ada di
Papua. Beberapa pendukung Lukas saat ini langsung menyerang markas Brimob, Papua dengan menggunakan senjata tajam dan panah.

Simpatisan Ditembak

Akibat penyerang yang dilakukan oleh pendukung Lukas membuat satu orang harus
ditembak mati oleh aparat. Hal ini terjadi karena simpatisan ini diketahui melakukan perlawanan ke aparat saat Lukas ditangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Penangkapan itu dilakukan karena Lukas dinyatakan sebagai tersangka pada waktu
lalu. Menurut Kabid Humas Polda Papua Kombes Ignatius Benny Adi, satu simpatisan yang ditembak ini karena melawan petugas yang waktu itu akan membawa Lukas ke Jakarta.

“Benar, pendukung itu melakukan perlawanan kepada petugas yang ada. Padahal sebelumnya sudah dilakukan penembakan peringatan tetapi tidak dihiraukan” kata Ignatius.

Tidak hanya itu, Ia juga mengatakan jika ada dua orang lagi yang mengalami luka-luka dalam insiden tersebut.

“Ada salah satu penjaga ruko juga yang terkena rekoset peluru,” imbuhnya.

Namun kini kondisinya sudah kembali kondusif sehingga bisa beraktivitas normal kembali. Hal ini lantaran provokator dalam kejadian ini sudah ditangkap dan diamankan oleh petugas.