Krusial.com — Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara (suspensi) perdagangan saham PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN), hari ini, Selasa (22/7/2025), sedangkan PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) masih terus sentuh batas Auto-Reject Atas (ARA).
Padahal, COIN dan CDIA mencatatkan saham perdananya di hari yang sama, yaitu 9 Juli 2025, dan mencatatkan frekuensi ARA dan suspensi yang sama dalam dua pekan belakangan.
Di sisi lain, lonjakan harga COIN memang lebih tinggi dari CDIA. Pada penutupan perdagangan Senin (21/7/2025), COIN tercatat mendarat di level Rp735, atau melonjak 635% dari harga IPO-nya yang hanya sebesar Rp100 per lembar.
Sementara itu, CDIA ditutup di level Rp1.215 pada Senin (21/7) kemarin, sehingga mencatatkan kenaikan harga hingga 539,5% dari harga IPO sebesar Rp190.
Namun, hingga pukul 11.40 WIB hari ini, CDIA sudah meroket 697,4% dari harga penawaran perdananya, dan kini terdiam di puncak harganya di level Rp1.515 per lembar setelah menyentuh ARA kesembilannya sejak listing.
Tidak hanya di pasar reguler, antusiasme investor terhadap saham CDIA masih terus terasa hingga di pasar negosiasi.
Berdasarkan pantauan IDNFinancials.com lewat RTI tools, hingga pukul 11.30 WIB siang ini (21/7), terdapat investor yang memperdagangkan 50 lot saham CDIA dengan harga Rp2.000 per lembar di pasar negosiasi.
IDNFinancials.com juga mendeteksi hingga lebih dari 40 ribu lot yang diperdagangkan di pasar negosiasi—dengan harga yang jauh di atas harga pasar reguler—mulai dari Rp1600 hingga Rp2000 per lembar sahamnya.
Sebagai informasi, tidak sampai dua minggu setelah debutnya di bursa, kapitalisasi pasar CDIA kini tembus Rp189,12 triliun dan berada di urutan ke-14 dari seluruh perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).***
source: idnfinancials
Tinggalkan Balasan