Krusial.com — PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) atau CDI Group merilis laporan keuangan semester I-2025 pada Senin (15/9/2025). Pendapatan dan laba CDIA kompak melonjak.
CDIA membukukan pendapatan sebesar US$ 66,87 juta sepanjang semester I-2025, meningkat 41,9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar US$ 47,11 juta.
Laba kotor CDIA melonjak 322,8% menjadi US$ 19,1 juta dari US$ 4,5 juta. Laba sebelum pajak melejit 344,6% menjadi US$ 75,82 juta dari US$ 17,05 juta.
Kemudian, laba periode berjalan CDIA terdongkrak 347,5% menjadi US$ 74,36 juta dari US$ 16,61 juta. Laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai US$ 67,84 juta atau melesat 330% dari US$ 15,77 juta.
Chandra Daya Investasi (CDIA) atau CDI Group mencatatkan atau listing sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak 9 Juli 2025. Perseroan menggelar IPO di harga Rp 190/saham dan harga sahamnya sempat melonjak ke level tertinggi Rp 2.100 pada 5 Agustus 2025.
CDIA yang merupakan anak usaha PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) saat ini menjalankan empat lini bisnis utama yaitu energi, air, kepelabuhanan dan penyimpanan, serta logistik.
CDIA secara bertahap merencanakan ekspansi armada, yang tidak hanya akan meningkatkan kapasitas logistik, tetapi juga memperkuat posisi layanan transportasi laut yang kompetitif dan berstandar tinggi.
Di sektor kepelabuhanan dan penyimpanan, CDIA atau CDI Group mengelola fasilitas strategis seperti tangki penyimpanan, jaringan pipa saluran ethylene, serta infrastruktur pendukung lainnya guna memenuhi kebutuhan logistik penyimpanan industri secara efisien dan andal.
Baru-baru ini, emiten Prajogo Pangestu tersebut juga memperkuat kapabilitas bisnis logistiknya melalui penambahan dua kapal chemical vessel berkapasitas 9.000 DWT. Kapal yang saat ini sedang dalam tahap pembuatan di Jepang, dirancang khusus mendukung pengangkutan bahan kimia di jalur pelayaran domestik dan internasional.
Dua kapal baru CDIA akan berbendera Indonesia untuk mendukung jalur distribusi dalam negeri dan berbendera internasional guna melayani rute lintas negara. Strategi pengoperasian ini dirancang untuk mengoptimalkan efisiensi operasional, sekaligus memastikan kepatuhan terhadap regulasi maritim yang berlaku baik di perairan domestik maupun internasional.
Kedua kapal dijadwalkan mulai beroperasi pada semester I-2026, setelah seluruh proses konstruksi dan pengujian selesai dilakukan sesuai standar.***
source: investor.id
Tinggalkan Balasan