Krusial.com – PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA), emiten dari industri pariwisata dan rekreasi di bawah kendali Hapsoro, telah menetapkan harga pelaksanaan saham rights issue Rp250 per lembar.
Dengan jumlah saham baru yang ditawarkan sebanyak 6,15 miliar lembar, BUVA berpotensi meraup dana segar hingga Rp1,53 triliun dalam aksi penambahan modal ini.
Setiap pemegang 4 saham lama BUVA mendapat bagian atas 1 Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD), di mana setiap HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli saham baru sesuai harga pelaksanaan ter
sebut.PT Nusantara Utama Investama (NUI) sebagai pemegang saham pengendali BUVA, telah menyatakan kesiapannya untuk mengeksekusi 2,4 miliar HMETD miliknya dalam bentuk tunai.
Saham baru yang tidak terserap, akan dialokasikan kepada investor lain yang mendapat HMETD dan melakukan pesanan tambahan. Sisa saham kemudian akan dibeli oleh empat pembeli siaga dengan komitmen maksimal sebagai berikut:
- PT Henan Putihrai Sekuritas: Rp100 miliar
- PT Tata Tirta Datun: Rp350 miliar
- Hapsoro: Rp100 miliar
- Ferry Sudjono: Rp388,57 miliar
Dengan komitmen sejumlah Rp938,57 miliar dari empat pembeli siaga ini, serta ditambah Rp600 miliar dari NUI, total komitmen tambahan modal yang telah diterima BUVA mencapai Rp1,53 triliun.
Sementara itu porsi saham investor lama yang tidak mengambil bagian dalam rights issue kali ini, berpotensi terdilusi hingga 20%.
Recording date atas rights issue BUVA dijadwalkan pada 16 September 2026, distribusi HMETD pada 29 September 2026 dan batas pembayaran dari pembeli siaga pada 21 Oktober 2026.
Berdasarkan keterangan yang disampaikan, BUVA akan mengalokasikan dana hasil rights issue untuk setoran modal ke anak usaha, pembayaran utang, serta pengembangan proyek perseroan di Bali hingga Bintan.***
source: IDN Financials
Tinggalkan Balasan