Krusial.com — Bumitama Agri menegaskan komitmen terhadap pertumbuhan berkelanjutan di tengah sorotan global soal industri sawit. Perusahaan ini memilih meningkatkan produktivitas melalui optimalisasi lahan eksisting, daripada melakukan ekspansi lahan baru.
Sebanyak 33,5% total lahan tertanam Bumitama adalah milik petani plasma, menunjukkan peran penting komunitas lokal dalam kesuksesan perusahaan. Bumitama mengoptimalkan hasil panen dengan benih unggul, praktik agronomi yang lebih baik, dan teknologi pertanian presisi. Tidak ada pengembangan lahan baru di area gambut, HCS, maupun HCV. Fokus pertumbuhan kini dialihkan ke program replanting sebagai bentuk kepatuhan terhadap batas-batas ekologis yang perlu dijaga.
Perusahaan juga mencatat pencapaian penting pada tahun 2024 dengan beroperasinya dua pabrik kelapa sawit baru di Kalimantan Barat, sehingga total pabrik yang dimiliki menjadi 17 unit. Kapasitas pengolahan naik hingga 6,99 juta ton TBS setiap tahunnya, mendukung produksi CPO dan PK baik untuk pasar domestik maupun ekspor.
Namun, tantangan tetap muncul. Cuaca buruk menyebabkan penurunan hasil panen TBS sebesar 9,7% dibanding tahun sebelumnya, serta penurunan produksi CPO dan PK sebesar 6,7%. Meski demikian, efisiensi operasional tetap terjaga dengan tingkat ekstraksi CPO stabil, menunjukkan keberhasilan sistem pengolahan yang optimal.
Sepanjang 2024, Bumitama memproses 3,36 juta ton TBS, dengan mayoritas pasokan berasal dari kebun sendiri (termasuk plasma) dan sisanya dari pihak ketiga. Enam dari 17 pabrik hanya menerima pasokan dari kebun sendiri, sementara yang lain menerima campuran berbagai sumber, memastikan sistem pasokan tetap berkelanjutan.
Untuk menghadapi tantangan produktivitas dan mendukung dekarbonisasi jangka panjang, Bumitama terus mendorong mekanisasi perkebunan. Teknologi presisi dan inovatif diadopsi untuk menurunkan emisi karbon, meningkatkan keselamatan kerja, serta menjaga kenyamanan dan produktivitas para pekerja di lapangan.***
Tinggalkan Balasan